Monday, October 26, 2020

Manajemen dan Peran Manajer (Pengantar Manajemen)

 Manajemen dan Peran Manajer


Selamat pagi, siang, sore, malam.

Kali ini saya akan membahas materi sesuai dengan judulnya. Selamat membaca.😊πŸ’ͺ


A. Pengertian Manajemen

    Bicara mengenai manajemen, selalu didahului dengan organisasi karena hidup selalu berhubungan dengan organisasi. Semua organisasi baik formal maupun informal disatukan dan dipertahankan keberadaannya oleh sekelompok orang yang melihat bahwa ada manfaat untuk bekerja sama ke arah sasaran yang sama. Tapi tidak dengan organisasi emak-emak gibah ya, organisasi ini harus segera dibubarkan karena mengakibatkan kericuhan, kebencihan, dan tentunya dosa.😁 LanjutπŸ‘‡

    Semua organisasi mempunyai (beberapa) program atau metode untuk mencapai sasaran, yaitu rencana. Tanpa rencana yang harus dikerjakan, kemungkinan besar tidak ada organisasi yang dapat bertindak efektif.

    Organisasi juga harus memiliki dan mengalokasikan sumber daya yang perlu untuk sasaran, apakah itu alat produksi berupa mesin dan peralatan, metode kerja, teknologi, uang, karyawan, dll. Organisasi juga tergantung pada organisasi lain di sekitarnya seperti pemasok, pesaing, media siar, pemerintah, serikat kerja, serta konsumen untuk melengkapi dan memperbarui sumber daya yang mereka perlukan.

    Untuk menjalankan organisasi diperlukan manajemen yang dilakukan secara sadar dan terus-menerus. Orang yang bertanggung jawab terhadap organisasi dalam mencapai sasarannya disebut manajer.

    Manajemen merupakan kombinasi dari ilmu dan seni dengan proporsi yang bermacam-macam. Pendekatan yang bersifat keilmuan terjadi dalam hal perencanaan, pembuatan keputusan, perancangan struktur organisasi, dan lain sebagainya. Sedangkan pendekatan yang bersifat seni muncul saat proses kepemimpinan, pengarahan, komunikasi, pengendalian, dan lain sebagainya.

    Menurut ahli manajemen Peter Drucker, efektivitas adalah melakukan pekerjaan yang benar (doing the right things), sedangkan efisien adalah melakukan pekerjaan dengan benar (doing things right). Lalu makah yang lebih dahulu dilakukan dan dicapai? Jawabannya adalah efektivitas baru kemudian secara bertahap diraih efisiensi.


Arti Kata Manajemen

    Manajemen berasal dari Bahasa Inggris yaitu management dengan kata dasar to manage yang secara harfiah berarti mengelola. Sebagai kata benda manajemen sering diartikan sebagai pimpinan, yaitu sekelompok orang penting yang mengatur jalannya suatu organisasi atau perusahaan.

Pengertian Manajemen menurut para ahli :

  • Mary Parker Follet, manajemen sebagai seni (art) untuk melakukan pekerjaan melalui orang lain.
  • Stephen P. Robbins, Manajer adalah seorang yang mengoordinasi pekerjaan sehingga tujuan organisasi tercapai.
    Dapat disimpulkan bahwa manajemen adalah gabungan ilmu dan seni yang merupakan sekumpulan tindakan perencanaan, pengorganisasian, pengarahan dan pemimpinan serta pengendalian atas penggunaan sumber-sumber daya organisasi yang tersedia untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan sehingga bermanfaat bagi manusia.


B. Proses Manajemen

    Empat fungsi pokok manajer yaitu, merencanakan (planning), mengorganisasikan (organizing), memimpin (actuating,leading), dan mgendalikan (controlling).
  1. Merencanakan (planning), mengandung arti bahwa manajer memikirkan dengan seksama terlebih dahulu sasaran dan tindakan berdasarkan metode, rencana, atau logika dan bukan perasaan. Rencana mengarahkan tujuan organisasi dan menetapkan prosedur terbaik untuk mencapainya. Disamping itu , rencana merupakan pedoman untuk: 1) organisasi memperoleh dan menggunakan sumber daya yang diperlukan untuk mencapai tujuan; 2) anggota organisasi melaksanakan kegiatan yang konsisten dengan tujuan dan prosedur yang sudah ditetapkan; dan 3) memantau dan mengukur kemajuan dalam mencapai tujuan, sehingga tindakan korektif dapat diambil bila kemajuan tidak memuaskan.
  2. Mengorganisasikan (organizing), adalah proses mengatur dan mengalokasikan pekerjaan, wewenang, dan sumber daya di antara anggota organisasi, sehingga mereka dapat mencapai sasaran organisasi.
  3. Memimpin (actuating, leading), meliputi mengarahkan, memengaruhi, dan memotivasi karyawan untuk melaksanakan tugas yang penting.
  4. Mengendalikan (controlling), adalah proses kegiatan untuk memastikan bahwa aktivitas yang terjadi sesuai dengan aktivitas yang direncanakan. Hal ini melibatkan berbagai elemen: 1) menetapkan standar prestasi kerja; 2) mengukur prestasi kerja saat ini; 3) membandingkan prestasi kerja dengan standarnya ; dan 4) mengambil tindakan korektif bila ada penyimpangan.

C. Manajemen Sebagai Profesi

    Dalam menjalankan profesinya, seorang manajer  memegang prinsip-prinsip moral yang tinggi dan menjunjung etika yang diterima oleh umum seperti :
  1. Kejujuran (honesty),
  2. Berkata yang benar (tell the truth) meskipun tidak apa adanya,
  3. Menepati janji (my word is my bond),
  4. Mengontrol pekerjaannya sehingga bisa selesai dengan kualitas terbaik (do my best),
  5. Bijaksana (wisdom),
  6. Langsung pada pokok tidak bertele-tele (to the point),
  7. Hangat (warmly),
  8. Ramah (friendly),
  9. Penuh perhatian (attentive),
  10. Tegas (assertive), dan
  11. Patuh pada peraturan (obey).

D. Bidang-bidang Fungsional Manajemen

Cabang-cabang manajemen secara fungsional pada umumnya terdiri dari empat yaitu, manajemen sumber daya manusia, manajemen pemasaran, manajemen operasional/produksi, dan manajemen keuangan.

1. Manajemen Sumber Daya Manusia

Sebagai cabang ilmu manajemen, MSDM juga mempunyai empat fungsi manajemen yaitu POAC (Planning, Organizing, Actuating, dan Controlling). Selain itu, MSDM juga mempunyai lima fungsi operasional, yaitu :
  • Pengadaan, memperoleh karyawan dalam kuantitas dan kualitas serta waktu yang tepat sesuai kebutuhan yang telah direncanakan untuk mencapai tujuan organisasi.
  • Pengembangan, karyawan yang ada harus senantiasa dalam kondisi yang cukup baik untuk menjalaknan tugas. Oleh karena itu, keterampilan dan keahlian harus senantiasa diperbarui dengan pendidikan dan pelatihan.
  • Pemberian Konpensasi, karyawan yang ada perlu diberikan imbal jasa yang layak dan sesuai antara sumbangan karyawan kepada perusahaan dalam arti kemampuan karyawan dalam menciptakan nilai tambah bagi perusahaan dan kemampuan perusahaan untuk membayar konpensasi.
  • Pengintegrasian, berbagai keinginan karyawan harus sedapat mungkin diselaraskan dengan tujuan perusahaan. Oleh karena itu, manajemen diharapkan berlaku arif dalam menyikapi adanya kemungkinan benturan kepentingan individual dengan jalan mengomunikasikan tujuan perusahaan dan apa yang perlu dilakukan karyawan untuk mencapai tujuan tersebut.
  • Pemeliharaan, kondisi fisik dan psikis karyawan harus senantiasa dipelihara tetap dalam kondisi yang baik sehingga mampu melaksanakan tugas sesuai dengan tuntutan kuantitas dan kualitas yang diinginkan perusahaan.
2. Manajemen Operasional/Produksi

Manajemen operasinal adalah upaya pengelolaan manusia menciptakan nilai tambah atas imputan yang berupa berbagai suber daya atau sering disebut faktor produksi seperti tenaga kerja, mesin dan peralatan, bahan mentah, (5M= Man, Money, Machine, Material, and Methode) dan sebagainya menjadi output-an dalam bentuk jumlah, kualitas, harga, waktu, tempat tertentu, dan kemudahan.

Proses penciptaan nilai tambah di dunia pabrikasi (manufacturing) sering disebut sebagai produksi. Sedangkan proses penciptaan nilai tambah di dunia jasa (services) sering disebut operasi.

Ruang lingkup manajemen operasi/produksi:
  • Proses, merancang proses produksi secara fisik yang mencakup seleksi tipe proses, pemilihan teknologi, analisis aliran proses, penentuan lokasi fasilitas dan layout, serta bahan penanganan bahan.
  • Kapasitas, keputusan kapasitas diperlukan agar volume output-an pada posisi optimal sesuai dengan kebutuhan yang direncanakan dalam arti tidak terlalu banyak dan terlalu sedikit.
  • Persediaan, keputusan-keputusan mengenai dari mana, kapan, dan berapa pemesanan serta penyimpanannya memerlukan dukungan sistem logistik yang memadai.
  • Tenaga kerja, keputusan mengenai tenaga kerja mencakup keputusan tentang perancangan dan pengelolaan tenaga kerja dalam kegiatan operasi.
  • Kualitas, desain kualitas harus diletakkan pada tataran proses yang mengikuti keseluruhan kegiatan operasi, mulai dari awal sampai akhir. Mulai dari proses pengadaan bahan baku, pengadaan tenaga kerja, mesin dan peralatan sampai kepada proses pengiriman barang sampai ke tangan konsumen untuk dinikmati.

3. Manajemen Pemasaran

Manajemen pemasaran adalah proses perencanaan dan pelaksanaan dari perwujudan, pemberian harga, promosi, dan distribusi dari barang-barang, jasa dan gagasan untuk menciptakan pertukaran dengan kelompok sasaran yang memenuhi tujuan pelanggaran dan organisasi.

Masyarakat pemasaran akan terlibat sepuluh macam entitas yaitu, barang-barang, jasa-jasa, pengalaman-pengalaman, kegiatan-kegiatan, orang-perorang, tempat-tempat, harta-kekayaan, banyak organisasi, informasi, banyak ide.

Theodore Levitt dari Harvard University menggambarkan perbedaan pemikiran yang kontras antara konsep penjualan dan pemasaran:
Penjualan berfokus pada kebutuhan penjual; pemasaran berfokus pada kebutuhan pembeli. Penjualan memberi perhatian pada kebutuhan penjual untuk mengubah produknya menjadi uang tunai; pemasaran mempunyai gagasan untuk memuaskan kebutuhan pelanggan lewat sarana-sarana produk dan keseluruhan kelompok barang yang dihubungkan dengan hal menciptakan, menyerahkan, dan akhirnya mengosumsinya.

Konsep pemasaran berdiri di atas empat pilar: pasar sasaran (target market), kebutuhan pelanggan (consumers needs), pemasaran terpadu (integrated marketing), dan kemampuan menghasilkan laba (profitability).



4. Manajemen Keuangan

Manajemen keuangan adalah semua aktivitas perusahaan untuk mendapatkan dana yang dibutuhkan dan menggunakannya seefisien mungkin. Manajer keuangan haruslah mempunyai pengetahuan yang cukup tentang perbankan, pasar modal, dan lain-lain pasar uang untuk mendapatkan dana yang murah serta mempunyai pengetahuan yang cukup untuk menginvestasikan dana baik dalam bentuk surat-surat berharga (deposito,saham, obligasi, reksadana) maupun investasi fixed assets seperti pembelian mesin-mesin produksi, tanah, bangunan, kendaraan dan lain-lain alay produksi maupun investasi non-produksi.


E. Tingkat Manajemen dan Keterampilan Manajemen

  1. Manajer lini pertama ( first line manager), seperti mandor, supervisor adalah tingkatan terbawah dalam manajemen suatu organisasi yang memimpin dan mengawasi langsung serta bertanggung jawab terhadap kelancaran para tenaga operasional di lapangan.
  2. Manajer madya (middle management), yang bertugas memimpin dan mengawasi manajer lini pertama seperti kepala departemen, superintenden, manajer keuangan, dan manajer fungsional yang lain, namun dibawah dan bertanggung jawab ke manajer puncak.
  3. Manajer puncak yang bertanggung jawab atas keseluruhan kegiatan organisasi, biasa disebut Direktur, Presiden Direktur (Presdir), General Manager, CEO. tugasnya adalah menetapkan kebijakan dan mengarahkan organisasi agar dapat beradaptasi dengan lingkungan mikro dan makro perusahaan dan menjamin tercapainya tujuan perusahaan.
Perbedaan tingkat manajemen tersebut diikiuti dengan perbedaan keterampilan manajemen yang diperlukan, meliputi keterampilan teknis, keterampilan kemanusiaan, dan keterampilan konseptual.
  1. Keterampilan konseptual adalah kemampuan mental untuk mengoordinasikan dan memadukan seluruh kepentingan dan kegiatan organisasi.
  2. Keterampilan kemanusiaan adalah kemampuan untuk bekerja sama dengan manusia lain.
  3. Keterampilan teknis adalah kemampuan dalam menggunakan prosedur, teknik dan pengetahuan di bidang-bidang khusus, sehingga pekerjaan dapat terlaksana dengan baik.

Demikian penjelasan seputar manajemen dan peran manajer. Mohon maaf jika ada kesalahan dalam penulisan. Terima kasih.πŸ˜ŠπŸ‘‹




Meyliana Indriani

Analisa Manajemen Masjid Nurul Iman Sekaran

 Analisa Manajemen Masjid Nurul Iman Sekaran


Assalamualaikum Wr.Wb

Kali ini saya akan menganalisis enam artikel dari Bapak Agung Kuswantoro, S.Pd., M.Pd. Enam artikel ini berbeda namun saling berhubungan. Diantaranya:

1. Hijrah dengan Menata Muadzin Masjid Nurul Iman Sekaran

2. Membuat Surat Keputusan

3. Peningkatan Kompetensi Muadzin Masjid Nurul Iman

4. Visi itu Abstrak

5. Pengelolaan Sholat Lima Waktu

6. Sekolah Muadzin

Hasil analisis:

1. Adanya permasalahan terbatasnya jumlah Muadzin. Bapak Sukari di Masjid Nurul Iman Sekaran, beliau mengadzani selama empat kali berturut-turut, hal ini dikarenakan perintah dari temannya sebab terbatasnya jumlah muadzin di Masjid Nurul Iman Sekaran. Oleh karena itu, diadakan sebuah rapat untuk mengatur sistem permuadzinan Masjid Nurul Iman. Dari hasil rapat tersebut diperoleh hasil yaitu:

  • Ada tambahan muadin berjumlah tiga orang.
  • Muadzin sholat rowatib tidak dijadwal siapa yang datang dulu dialah yang adzan.
  • Ada kelas khusus untuk belajar adzan untuk kalangan ramaja dan anak-anak
2. Setelah rapat membuahkan hasil, dibuatlah Surat Keputusan (SK) dengan memperhatikan, menimbang dan memutuskan lima orang muadzin untuk sholat jum'at.  Manajemen ini bersifat terbuka agar tidak terjadi kesalahpahaman informasi.

3. Untuk menciptakan calon-calon muadzin yang berpotensi maka Masjid Nurul Iman mengumpulkan lima muadzin sholat jum'at dan remaja masjid dengan mengundang pembicara yang memaparkan materi tentang adzan. Dengan harapan muadzin benar-benar fasih bukan sekedar hafal.

4. Selanjutnya yaitu menentukan visi, karena visi adalah gambaran/wawasan atau pernyataan tentang lembaga pendidikan yang ingin diwujudkan dimasa depan. Adapun ciri-ciri yaitu:

  • Mudah dipahami
  • Bahasa sederhana
  • Bersifat menantang dan dapat dicapai
  • Ideal tetapi dapat dihayati
  • Menimbulkan motivasi dan kegairahan untuk melaksanakan
  • Tidak menyebut dan tidak terikat pada angka definitif
  • Memberikan nuasa kinerja bermutu bagi karyawan
maka dari itu Masjid Nurul Iman Sekaran memiliki visi:
"Mewujudkan masjid yang nyawan, tenang dan khusyuk dalam penyenggaraan sholat rowatib, sunah, dan beribadah kepada Alloh"

5. Selanjutnya yaitu pengolaan sholat lima waktu dalam upaya mengusahakan agar masjid digunakan penuh dalam lima waktu, Masjid Nurul Iman menyelenggarakan beberapa kegiatan seperti:

  • Adanya kegiatan belajar atau praktik bagi remaja 
  • Adanya kegiatan kelas muadzin yang diselenggarakan oleh takmir tiap malam sabtu usai sholat maghrib hingga isya. 

6. Untuk dapat meningkatkan pemahaman mengenai adzan Masjid Nurul Iman Sekaran mengadakan sekolah muadzin yang dilakukan seminggu sekali.


Kesimpulan:

 Dalam proses manajemen terdapat salah satu fungsi yaitu merencanakan (planning) yang mengandung arti bahwa manajer memikirkan dengan seksama terlebih dahulu sasaran dan tindakan berdasarkan metode, rencana, atau logika dan bukan berdasarkan perasaan. Rencana mengarahkan tujuan organisasi dan menetapkan prosedur terbaik untuk mencapainya.

Berdasarkan enam artikel tersebut dapat disimpulkan bahwa:

Manajer : Bapak Agung Kuswantoro, S.Pd, M.Pd.

Tujuan : Mewujudkan masjid yang nyawan, tenang, dan khusyuk dalam penyenggaraan sholat rowatib, sunah, dan beribadah kepada Alloh.

Rencana : Mengatur sistem permuadzinan dan pengelolaan sholat lima waktu

Metode : 1) Mengadakan rapat; 2) Membuat SK; 3) Membentuk kelas belajar adzan; 4) Mengundang pemateri untuk pemaparan materi adzan; 5) Menentukan visi; 6)Membentuk sekolah adzan.

Organisasi : Masjid Nurul Iman Sekaran

Anggota Organisasi : Jamaah Masjid Nurul Iman Sekaran

Dari kesimpulan tersebut Masjid Nurul Iman Sekaran sudah sangat bagus dalam hal perencanaan. Karena tujuan sudah jelas dan metode serta rencana sudah tersusun rapi. Dengan prosedur yang baik akan tercapai tujuan dengan baik pula.


Demikian hasil analisis manajemen di Masjid Nurul Iman Sekaran. Mohon maaf apabila ada kesalahan. Terimakasih.

Wassalamualaikum Wr.Wb


Meyliana Indriani (7101420320)

Dosen Pengampu : Bapak Agung Kuswantoro, S.Pd., M.Pd.

SISTEM INFORMASI GRAB

Tugas Mata Kuliah Sistem Informasi Administrasi Perkantoran Nama : Meyliana Indriani NIM : 7101420320 Rombel : PAP A 2020 Dosen Pengampu : B...