Analisa Manajemen Masjid Nurul Iman Sekaran
Assalamualaikum Wr.Wb
Kali ini saya akan menganalisis enam artikel dari Bapak Agung Kuswantoro, S.Pd., M.Pd. Enam artikel ini berbeda namun saling berhubungan. Diantaranya:
1. Hijrah dengan Menata Muadzin Masjid Nurul Iman Sekaran
2. Membuat Surat Keputusan
3. Peningkatan Kompetensi Muadzin Masjid Nurul Iman
4. Visi itu Abstrak
5. Pengelolaan Sholat Lima Waktu
6. Sekolah Muadzin
Hasil analisis:
1. Adanya permasalahan terbatasnya jumlah Muadzin. Bapak Sukari di Masjid Nurul Iman Sekaran, beliau mengadzani selama empat kali berturut-turut, hal ini dikarenakan perintah dari temannya sebab terbatasnya jumlah muadzin di Masjid Nurul Iman Sekaran. Oleh karena itu, diadakan sebuah rapat untuk mengatur sistem permuadzinan Masjid Nurul Iman. Dari hasil rapat tersebut diperoleh hasil yaitu:- Ada tambahan muadin berjumlah tiga orang.
- Muadzin sholat rowatib tidak dijadwal siapa yang datang dulu dialah yang adzan.
- Ada kelas khusus untuk belajar adzan untuk kalangan ramaja dan anak-anak
3. Untuk menciptakan calon-calon muadzin yang berpotensi maka Masjid Nurul Iman mengumpulkan lima muadzin sholat jum'at dan remaja masjid dengan mengundang pembicara yang memaparkan materi tentang adzan. Dengan harapan muadzin benar-benar fasih bukan sekedar hafal.
4. Selanjutnya yaitu menentukan visi, karena visi adalah gambaran/wawasan atau pernyataan tentang lembaga pendidikan yang ingin diwujudkan dimasa depan. Adapun ciri-ciri yaitu:
- Mudah dipahami
- Bahasa sederhana
- Bersifat menantang dan dapat dicapai
- Ideal tetapi dapat dihayati
- Menimbulkan motivasi dan kegairahan untuk melaksanakan
- Tidak menyebut dan tidak terikat pada angka definitif
- Memberikan nuasa kinerja bermutu bagi karyawan
"Mewujudkan masjid yang nyawan, tenang dan khusyuk dalam penyenggaraan sholat rowatib, sunah, dan beribadah kepada Alloh"
5. Selanjutnya yaitu pengolaan sholat lima waktu dalam upaya mengusahakan agar masjid digunakan penuh dalam lima waktu, Masjid Nurul Iman menyelenggarakan beberapa kegiatan seperti:
- Adanya kegiatan belajar atau praktik bagi remaja
- Adanya kegiatan kelas muadzin yang diselenggarakan oleh takmir tiap malam sabtu usai sholat maghrib hingga isya.
6. Untuk dapat meningkatkan pemahaman mengenai adzan Masjid Nurul Iman Sekaran mengadakan sekolah muadzin yang dilakukan seminggu sekali.
Kesimpulan:
Dalam proses manajemen terdapat salah satu fungsi yaitu merencanakan (planning) yang mengandung arti bahwa manajer memikirkan dengan seksama terlebih dahulu sasaran dan tindakan berdasarkan metode, rencana, atau logika dan bukan berdasarkan perasaan. Rencana mengarahkan tujuan organisasi dan menetapkan prosedur terbaik untuk mencapainya.
Berdasarkan enam artikel tersebut dapat disimpulkan bahwa:
Manajer : Bapak Agung Kuswantoro, S.Pd, M.Pd.
Tujuan : Mewujudkan masjid yang nyawan, tenang, dan khusyuk dalam penyenggaraan sholat rowatib, sunah, dan beribadah kepada Alloh.
Rencana : Mengatur sistem permuadzinan dan pengelolaan sholat lima waktu
Metode : 1) Mengadakan rapat; 2) Membuat SK; 3) Membentuk kelas belajar adzan; 4) Mengundang pemateri untuk pemaparan materi adzan; 5) Menentukan visi; 6)Membentuk sekolah adzan.
Organisasi : Masjid Nurul Iman Sekaran
Anggota Organisasi : Jamaah Masjid Nurul Iman Sekaran
Dari kesimpulan tersebut Masjid Nurul Iman Sekaran sudah sangat bagus dalam hal perencanaan. Karena tujuan sudah jelas dan metode serta rencana sudah tersusun rapi. Dengan prosedur yang baik akan tercapai tujuan dengan baik pula.
Demikian hasil analisis manajemen di Masjid Nurul Iman Sekaran. Mohon maaf apabila ada kesalahan. Terimakasih.
Wassalamualaikum Wr.Wb
Meyliana Indriani (7101420320)
Dosen Pengampu : Bapak Agung Kuswantoro, S.Pd., M.Pd.
No comments:
Post a Comment