Tuesday, November 17, 2020

Elemen Dasar Keputusan dan Perencanaan|Pengantar Manajemen

 Elemen Dasar Keputusan dan Perencanaan


Assalamualaikum Wr.Wb.
Kali ini saya akan membahas materi sesuai judulnya. Selamat membaca😊💪

A. Lingkungan Organisasi

Manajer harus mengidentifikasi, menganalisis, mengevaluasi, mendiagnosis dan bereaksi terhadap kekuatan-kekuatan lingkungan baik berupa opportunity, risk, dan theat yang mempunyai pengaruh pada operasi perusahaan.

1. Faktor-Faktor Lingkungan Eksternal

Lingkungan Eksternal Mikro:
  • Pelanggan, dalam persaingan yang ketat penerapan strategi pemasaran yang berusaha memuaskan kebutuhan dan keinginan pelanggan adalah syarat untuk menjaga kelangsungan hidup perusahaan, berkembang, dan mendapatkan keuntungan.
  • Pesaing, analisis Strength, weakness, Opportunity, and Threat (SWOT) dan benchmarking dapat digunakan untuk menempel, di depan bahkan meninggalkan pesaing dalam hal kebijakan produk, harga dan pelayanan.
  • Pemasok, bahan baku dan bahan pembantu yang datang tepat waktu dan jumlah akan membantu upaya efisien.
  • Serikat Pekerja, kerja sama yang baik dengan manajemen akan mendukung suasana kerja yang aman, nyaman, dan berkelanjutan.
  • Pemerintah, kemampuan beradaptasi dengan peraturan pemerintah yang sering berubah sangat diperlukan.
  • Media, publikasi lewat berbagai media yang ada akan sangat memengaruhi perkembangan organisasi.
Lingkungan Eksternal Makro:
  • Ekonomi, tingkat inflasi, perubahan kurs valuta asing, perubahan suku bunga perbankan, iklim penanaman modal dalam negeri, regional dan global, pertumbuhan ekonomi regional dan nasional, dan kebijakan fiskal akan sangat memengaruhi perkembangan organisasi.
  • Politik, gonjang-ganjing politik kekanak-kanakan yang berimbas pada kerusuhan dan kekacauan akan merugikan perkembangan organisasi.
  • Sosial, kepercayaan, agama, nilai-nilai, sikap, pandangan dan pola hidup yang ada dalam masyarakat harus disadari dengan benar oleh manajemen dalam mengimplementasikan kebijakannya.
  • Teknologi, perkembangan teknologi adakalanya mematikan bisnis lain. Oleh karena itu, manajemen harus pandai membaca arah perkembangan teknologi.

2. Stakeholder Organisasi




Stakeholder atau pemangku kepentingan tersebut terdiri dari beberapa konstituen organisasi yang secara signifikan memengaruhi kemajuan dan kekuatan organisasi.

3. Tanggung Jawab Sosial dan Etika Manajer

Faktor yang memengaruhi keputusan pada masalah etika
  • hukum
  • peraturan pemerintah
  • kode etik industri dan perusahaan
  • tekanan-tekanan sosial
  • tarik ulur antara standar perorangan dan kebutuhan organisasi
Tuntutan etika bisnis tersebut menyebabkan banyak manajer yang menyesuaikan tujuan organisasinya tidak semata-mata memperoleh untung sebanyak-banyaknya tanpa mengabaikan tuntutan sosial tentang kesehatan lingkungan, pengalokasian sumbangan biaya pendidikan, dll.

Moralitas umum dalam beretika:

  • menepati janji
  • tidak suka dengki
  • saling membantu
  • menghargai orang lain
  • menghargai hak milik

B. Bisnis Global

Secara umum globalisasi adalah, pengakuan oleh organisasi bahwa bisnis harus mempunyai fokus global, bukan lokal yang mencakup tiga faktor, yaitu kedekatan, lokasi, dan sikap.

Manajer sekarang bekerja dalam kedekatan yang jauh lebih besar , berhadapan dengan pelanggan, pesaing, pemasok, media, serikat pekerja, dan pemerintah yang jauh lebih banyak dan lebih beragam.

Lokasi dan integrasi organisasi yang beroperasi melewati batas negara merupakan bagian dari globalisasi.

Globalisasi mengacu pada sikap baru, yaitu terbuka dalammempraktikkan manajemen internasional.

1. Globalisasi dan Daya Saing

Daya saing adalah posisi relatif dari suatu pesaing terhadap pesaing lainnya. Daya saing merupakan kunci untuk memenangkan persaingan, semakin tinggi daya saingnya semakin besar kemungkinan untuk memenangkan "pertrmpuran bisnis".

2. Praktik Bisnis Global

Langkah-langkah memulai bisnis global
  1. Exporting, yaitu menjual produk domestik kepasaran luar negeri. Hubungan yang terjadi adalah pasif antara perusahaan eksportir yang mewakili manajer ekspornya dengan wakil perusahaan importir di luar negeri.
  2. Licencing, yaitu penjualan hak ke pasar produk bermerk atau menggunakan proses yang dipatenkan atau material yang dilindungi Undang-Undang Hak Cipta.
  3. Franchise, yaitu suatu tipe pengaturan lisensi di mana suatu perusahaan menjual paket yang terdiri dari merk dagang, mesin, material, dan pedoman manajerial.
  4. Joint venture atau usaha patungan, inilah cara yang biasa dipakai untuk memasuki bisnis suatu negara yang melarang asing memiliki perusahaan domestik.
  5. Global strategic partnership, merupakan aliansi yang dibentuk oleh sebuah organisasi dengan satu atau beberapa negara asing dengan tujuan mengeksploitasi peluang di negara lain untuk mengambil posisi utama dalam produksi dan pemasok.

C. Pembuatan Keputusan

Pembuatan keputusan adalah mengidentifikasi dan memilih serangkaian tindakan untuk menghadapi suatu masalah atau mengambil keuntungan dari suatu kesempatan. Pembuatan keputusan adalah awal dari perencanaan dan sekaligus awal dari serangkaian panjang aktivitas manajemen. 

Pembuatan keputusan menghubungkan keadaan masa kini dengan tindakan yang akan diambil perusahaan di masa depan, di samping juga memerhatikan keadaan masa lalu.

1. Keputusan Adalah Awal dari Perencanaan

Pembuatan keputusan berhubungan dengan masalah. Suatu masalah muncul karena keadaan sebenarnya berbeda dengan yang diharapkan. Dalam banyak hal masalah mungkin adalah peluang yang tersembunyi. Proses penemuan masalah sering kali informal dan intuitif. 

Situasi biasanya memberi peringatan kepada manajer tentang kemungkinan adanya masalah:

  • deviasi dari pengalaman masa lalu

  • deviasi dari rencana yang ditetapkan

  • orang lain sering kali memberi tahu masalah kepada manajer

  • prestasi pesaing dapat juga menciptakan situasi pemecahan masalah. 

Kesempatan yang dilewatkan menciptakan masalah bagi perusahaan, dan kesempatan sering kali ditemukan pada saat mendalami masalah. 

Masalah adalah sesuatu yang membahayakan kemampuan perusahaan dalam mencapai tujuannya sedang kesempatan adalah sesuatu yang menawarkan tantangan untuk melampaui tujuan. 

Latar belakang dan keahlian manajer juga akan memengaruhi apa yang mereka pandang sebagai masalah dan kesempatan, banyak manajer yang menentukan masalah yang sama dengan arti yang berbeda, oleh karena itu beberapa pertanyaan ini perlu dijawab. 

a. Kegiatan apa yang menjadi prioritas? 

b. Apakah masalah tersebut mudah ditangani? 

c. Apakah masalah itu akan selesai dengan sendirinya kalau dibiarkan?

d. Apakah ini keputusan yang akan saya buat?

2. Sifat Keputusan

Sifat keputusan disesuaikan dengan kondisi dan dampak dari suatu keputusan. Hal-hal yang bersifat rutin dan berdampak kecil, seperti retur penjualan, dapat diselesaikan dengan menyusun suatu sistem dan prosedur sehingga dapat diputuskan secara terprogram. Sedang keputusan yang lebih penting, seperti penentuan lokasi penjualan yang baru, perekrutan tenaga manjajerial tingkat tinggi, keputusan investasi bernilai besar, memerlukan keputusan tidak terprogram.

3. Model Rasional Pembuatan Keputusan

Proses mendasar dari pembuatan keputusan rasional:
1. Pengamatan Situasi
  • Definisikan masalah
  • Diagnosis penyebabnya
  • Tentukan tujuan keputusan
2. Kembangkan Alternatif
  • Cari alternatif secara kreatif
  • Jangan mengevaluasi dulu
3. Mengevaluasi Alternatif dan Memilih yang Terbaik
  • Evaluasi alternatif
  • Pilih alternatif terbaik
4. Implementasikan Keputusan dan Monitor Hasil
  • Rencanakan implementasi
  • Implementasukan rencara
  • Monitor implementasi dan buat penyesuaian yang perlu

D. Perencana

Dalam organisasi, perencanaan adalah proses menetapkan sasaran dan memilih cara untuk mencapai sasaran yang telah ditetapkan.

Organisasi biasanya dimanajemeni menurut dua rencana yaitu rencana strategis dan rencana operasional.

  • Rencana strategis, yang didesain oleh manajer puncak untuk menentukan sasaran secara luas

  • Rencana operasional, berisi rincian untuk mengimplementasikan dalam kegiatan sehari-hari

Baik rencana strategis maupun rencana operasional dibuat dan dilaksanakan  secara hierarkis.

Pernyaraan misi adalah sasaran organisasi secara luas, berdasarkan pada alasan perencanaan, yang membenarkan keberadaan organisasi, karena pernyataan tersebut cenderung banyak kalimat, biasanya disingkat hanya menjadi beberapa kata saja menjadi moto.

Pernyataan misi merupakan bagian yang relatif permanen dari ciri-ciri organisasi dan dapat berfungsi untuk mempersatukan dan memotivasi anggota organisasi.


Demikian penjelasan mengenai Elemen Dasar Keputusan dan Perencanaan. Mohon maaf bila ada kesalahan dalam penulisan. Terimakasih.👋

Wassalamualaikum Wr.Wb




Sumber : Pengantar Manajemen/Sentot Imam Wahjono, dkk


Oleh : Meyliana Indriani (7101420320)

Dosen Pengampu :Bapak Agung Kuswantoro, S.Pd., M.Pd.


No comments:

Post a Comment

SISTEM INFORMASI GRAB

Tugas Mata Kuliah Sistem Informasi Administrasi Perkantoran Nama : Meyliana Indriani NIM : 7101420320 Rombel : PAP A 2020 Dosen Pengampu : B...