Manajemen Organisasi Pencak Silat IKS PI Kera Sakti Kota Banjar
Proses manajemen meliputi perencanaan,
pengorganisasian, pelaksanaan, dan pengendalian.
a. Merencanakan
(planning), mengandung arti bahwa manajer
memikirkan dengan seksama terlebih dahulu sasaran dan tindakan berdasarkan
metode, rencana, atau logika dan bukan perasaan.
b. Mengorganisasikan
(organizing), adalah proses mengatur dan
mengalokasikan pekerjaan, wewenang, dan sumber daya di antara anggota
organisasi, sehingga mereka dapat mencapai sasaran organisasi.
c. Memimpin
(actuating, leading), meliputi mengarahkan,
memengaruhi, dan memotivasi karyawan untuk melaksanakan tugas yang penting.
d. Mengendalikan (controlling), adalah proses kegiatan untuk memastikan bahwa aktivitas yang terjadi sesuai dengan aktivitas yang direncanakan.
A.
Keputusan
dan Perencanaan
Dalam
upaya melestarikan budaya Indonesia salah satu warga Kecamatan Langensari
mendirikan Cabang Seni Bela Diri Pencak Silat IKS PI Kera Sakti yaitu Bapak
Imam Syafe’i. Beliau merencanakan latihan rutin yang anggotanya dari berbagai
kalangan seperti anak-anak, remaja, dewasa, sampai orang tua yang ia bagi
kedalam kelompok berbeda dan jadwal yang berbeda pula.
Misi
adalah sasaran organisasi secara luas berdasarkan pada alasan perencanaan, yang
membenarkan kebenaran organisasi, karena pernyataan tersebut cenderung banyak
kalimat, biasanya disingkat hanya menjadi beberapa kata menjadi motto. Motto
IKS PI Kera Sakti adalah “Keempat penjuru mencari saudara, bila ada musuh
pantang tunduk kepala.”
B.
Pengorganisasian
IKS
PI Kera Sakti Kota Banjar didirikan pada 11 Oktober 2009. Ini bermula dengan
struktur organisasi berikut:
Bapak
Imam Syafei selaku pendiri organisasi sekaligus sebagai ketua organisasi
Ramdhoni (adik Pak Imam) sebagai sekretaris
Imam Hambali (adik Pak Imam) sebagai bendahara
Bapak Sulaiman ( ayah Pak Imam) sebagai penasihat
Karena Organisasi tersebut baru didirikan, organisasi dikelola oleh keluarga.
C. Pelaksanaan
a. Proses
Manajemen Sumber Daya Manusia
Bapak Imam Syafei menginformasikan didirikannya organisasi tersebut dan beberapa warga pun tertarik untuk mengikuti latihan karena telah mengetahui beberapa manfaat dari latihan seni beladiri. Anggota pun bertambah dan seiring berjalannya waktu beberapa sekolah menawarkan kepada Bapak Imam Syafe’i agar melatih siswa untuk kegiatan ekstrakurikuler. Bapak Imam pun mensosialisasikan ekstrakurikuler bela diri pencak silat dan beberapa siswa pun tertarik kemudian diadakan jadwal rutin latihan setelah itu Bapak Imam menyeleksi siswa yang mumpuni untuk mengikuti kompetisi. Banyak prestasi yang telah diraih organisasi tersebut.
Saat ini organisasi IKS PI Kera
Sakti memiliki banyak anggota dan membuka ranting di berbagai daerah. Organisasi
tersebut telah memiliki 12 ranting diantaranya:
1) Ranting
Langensari 7) Ranting Citamiang
2) Ranting
sinargalih 8)
Ranting SDN 2 Langensari
3) Ranting
Muktisari 9)
Ranting SDN 3 Langensari
4) Ranting
Waringinsari 10)
Ranting SMA 2 Banjar
5) Ranting
Cigobang 11)
Ranting SMP 4 Banjar
6) Ranting Bantardawa 12) SMK Al Barkah
Dibentuklah struktur organisasi di tiap-tiap ranting untuk memudahkan komunikasi serta tercapainya tujuan sebagai berikut:
b. Manajemen
Motivasi
Para
ahli manajemen sepakat bahwa motivasi adalah serangkaian upaya untuk
memengaruhi tingkah laku orang lain dengan mengetahui terlebih dahulu tentang
apa yang membuat seseorang bergerak. Namun seseorang bergerak itu karena dua
sebab, yaitu kemampuan (ability) dan motivasi.
Bapak Imam selalu memotivasi para anggota organisasi agar tercapainya tujuan yang diinginkan. Untuk memotivasi Bapak Imam memberikan motto kepada tiap-tiap ranting dan diterapkan pada setiap latihan yaitu “ Iso ra iso kudu iso, Kera Sakti Jaya”
c. Kepemimpinan
Kepemimpinan
adalah proses seseorang memengaruhi orang-orang lain untuk melakukan sesuatu
atau banyak hal mencapai tujuan organisasi dengan cara menginspirasi,
memotivasi, dan mengarahkan.
Dalam organisasi IKS PI Kera Sakti Kota Banjar, Bapak Imam sebagai pemimpin harus mampu menginspirasi, memotivasi, dan mengarahkan pada setiap anggota organisasi melalui pendekatan sifat, perilaku, dan situsional-contingency. Pendekatan sifat mengidentifikasi terdapatnya sifat-sifat yang menonjol yang terdapat pada diri pemimpin yang tidak atau kurang terdapat pada diri bawahannya sehingga mengarahkan pada kesimpulan bahwa pemimpin itu memang dilahirkan membawa factor-faktor genetis. Sementara itu, pendekatan perilaku membahas mengenai beberapa perilaku yang efektif dilakukan oleh pemimpin dalam menjalankan kepemimpinannya. Kondisi yang serba berubah yang merupakan fungsi inheren dari manusia yang mudah berubah mengantarkan pendekatan kepemimpinan pada pendekatan Situsional-contigency.
d. Tim,
Kelompok, dan Komunikasi
1) Pembentukan
tim
Dalam
organisasi IKS PI Kera Sakti mepelajari seni dan beladiri oleh sebab itu IKS PI
Kera Sakti Kota Banjar mebentuk dua tim yaitu tim fighter dan tim seni
· Tim fighter, adalah tim khusus yang dibentuk untuk mengikuti kejuaranaan ipsi
dengan cara bertarung.
· Tim seni yaitu tim yang dibentuk khusus untuk mengikuti kejuaraan ipsi yaitu memperindah suatu gerak silat.
2) Kelompok
Kelompok
dalam organisasi IKS PI Kera Sakti dibedakan berdasarkan sabuk tingkatan yaitu
hitam, kuning, biru, dan merah. Dengan pembagian kelompok tersebut materi
pelatihan akan berbeda dalam setiap tingkatan.
· Dasar 1, sabuk hitam yaitu tingkat dasar
yang berisi materi melatih kekuatan daya tahan tubuh.
· Dasar 2, sabuk kuning yaitu tingkat dasar yang mempelajari arti dari sebuah gerakan atau
pemahaman jurus.
· Tingkat 1, sabuk biru yang mempelajari
tentang kerohanian lahir dan batin.
· Tingkat 2, sabuk merah yang mempelajari
kepemimpinan dan pengembangan untuk memajukan organisasi atau perguruan.
3) Komunikasi
Dalam menjaga komunikasi yang baik organisasi IKS PI Kera Sakti Kota Banjar mengadakan kumpulan rutin untuk para pimpinan ranting yang membahas tentang kemajuan dan keluhan masing masing ranting untuk di dipecahkan secara musyawarah serta menerapkan latihan gabungan guna mempererat tali silaturahmi.
D. Pengendalian
Sebagai
pimpinan Bapak Imam melakukan pengontrolan setiap ranting agar kegiatan yang
telah direncanakan berjalan dengan lancar dan pemimpin ranting melaporkan
setiap kegiatan yang telah dilakukan untuk dievaluasi.
Sumber : Pengantar Manajemen/Sentot Imam Wahjono, dkk
Oleh : Meyliana Indriani (7101420320)
Pendidikan Administrasi Perkantoran A 2020
Dosen Pengampu : Bapak Agung Kuswantoro, S.Pd., M.Pd.



No comments:
Post a Comment