Tuesday, March 7, 2023

SISTEM INFORMASI GRAB

Tugas Mata Kuliah Sistem Informasi Administrasi Perkantoran

Nama : Meyliana Indriani

NIM : 7101420320

Rombel : PAP A 2020

Dosen Pengampu : Bapak Agung Kuswantoro, S.Pd., M.Pd.


GRAB

Thursday, December 24, 2020

Manajemen Organisasi Pencak Silat Kota Banjar

 Manajemen Organisasi Pencak Silat IKS PI Kera Sakti Kota Banjar


Proses manajemen meliputi perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, dan pengendalian.

a.   Merencanakan (planning), mengandung arti bahwa manajer memikirkan dengan seksama terlebih dahulu sasaran dan tindakan berdasarkan metode, rencana, atau logika dan bukan perasaan.

b.   Mengorganisasikan (organizing), adalah proses mengatur dan mengalokasikan pekerjaan, wewenang, dan sumber daya di antara anggota organisasi, sehingga mereka dapat mencapai sasaran organisasi.

c.   Memimpin (actuating, leading), meliputi mengarahkan, memengaruhi, dan memotivasi karyawan untuk melaksanakan tugas yang penting.

d.   Mengendalikan (controlling), adalah proses kegiatan untuk memastikan bahwa aktivitas yang terjadi sesuai dengan aktivitas yang direncanakan.



 

A.    Keputusan dan Perencanaan

Dalam upaya melestarikan budaya Indonesia salah satu warga Kecamatan Langensari mendirikan Cabang Seni Bela Diri Pencak Silat IKS PI Kera Sakti yaitu Bapak Imam Syafe’i. Beliau merencanakan latihan rutin yang anggotanya dari berbagai kalangan seperti anak-anak, remaja, dewasa, sampai orang tua yang ia bagi kedalam kelompok berbeda dan jadwal yang berbeda pula.

Misi adalah sasaran organisasi secara luas berdasarkan pada alasan perencanaan, yang membenarkan kebenaran organisasi, karena pernyataan tersebut cenderung banyak kalimat, biasanya disingkat hanya menjadi beberapa kata menjadi motto. Motto IKS PI Kera Sakti adalah “Keempat penjuru mencari saudara, bila ada musuh pantang tunduk kepala.”

B.     Pengorganisasian

IKS PI Kera Sakti Kota Banjar didirikan pada 11 Oktober 2009. Ini bermula dengan struktur organisasi berikut:




Bapak Imam Syafei selaku pendiri organisasi sekaligus sebagai ketua organisasi

Ramdhoni (adik Pak Imam) sebagai sekretaris

Imam Hambali (adik Pak Imam) sebagai bendahara

Bapak Sulaiman ( ayah Pak Imam) sebagai penasihat

Karena Organisasi tersebut baru didirikan, organisasi dikelola oleh keluarga.

C.    Pelaksanaan

a.    Proses Manajemen Sumber Daya Manusia

Bapak Imam Syafei menginformasikan didirikannya organisasi tersebut dan beberapa warga pun tertarik untuk mengikuti latihan karena telah mengetahui beberapa manfaat dari latihan seni beladiri. Anggota pun bertambah dan seiring berjalannya waktu beberapa sekolah menawarkan kepada Bapak Imam Syafe’i agar melatih siswa untuk kegiatan ekstrakurikuler. Bapak Imam pun mensosialisasikan ekstrakurikuler bela diri pencak silat dan beberapa siswa pun tertarik kemudian diadakan jadwal rutin latihan setelah itu  Bapak Imam menyeleksi siswa yang mumpuni untuk mengikuti kompetisi. Banyak prestasi yang telah diraih organisasi tersebut.

Saat ini organisasi IKS PI Kera Sakti memiliki banyak anggota dan membuka ranting di berbagai daerah. Organisasi tersebut telah memiliki 12 ranting diantaranya:

1)      Ranting Langensari                                   7) Ranting Citamiang

2)      Ranting sinargalih                                     8) Ranting SDN 2 Langensari

3)      Ranting Muktisari                                     9) Ranting SDN 3 Langensari

4)      Ranting Waringinsari                                10) Ranting SMA 2 Banjar

5)      Ranting Cigobang                                     11) Ranting SMP 4 Banjar

6)      Ranting Bantardawa                                 12) SMK Al Barkah

    Dibentuklah struktur organisasi di tiap-tiap ranting untuk memudahkan komunikasi serta tercapainya tujuan sebagai berikut:

 


b.   Manajemen Motivasi

Para ahli manajemen sepakat bahwa motivasi adalah serangkaian upaya untuk memengaruhi tingkah laku orang lain dengan mengetahui terlebih dahulu tentang apa yang membuat seseorang bergerak. Namun seseorang bergerak itu karena dua sebab, yaitu kemampuan (ability) dan motivasi.

Bapak Imam selalu memotivasi para anggota organisasi agar tercapainya tujuan yang diinginkan. Untuk memotivasi Bapak Imam memberikan motto kepada tiap-tiap ranting dan diterapkan pada setiap latihan yaitu “ Iso ra iso kudu iso, Kera Sakti Jaya”

c.    Kepemimpinan

Kepemimpinan adalah proses seseorang memengaruhi orang-orang lain untuk melakukan sesuatu atau banyak hal mencapai tujuan organisasi dengan cara menginspirasi, memotivasi, dan mengarahkan.

Dalam organisasi IKS PI Kera Sakti Kota Banjar, Bapak Imam sebagai pemimpin harus mampu menginspirasi, memotivasi, dan mengarahkan pada setiap anggota organisasi melalui pendekatan sifat, perilaku, dan situsional-contingency. Pendekatan sifat mengidentifikasi terdapatnya sifat-sifat yang menonjol yang terdapat pada diri pemimpin yang tidak atau kurang terdapat pada diri bawahannya sehingga mengarahkan pada kesimpulan bahwa pemimpin itu memang dilahirkan membawa factor-faktor genetis. Sementara itu, pendekatan perilaku membahas mengenai beberapa perilaku yang efektif dilakukan oleh pemimpin dalam menjalankan kepemimpinannya. Kondisi yang serba berubah yang merupakan fungsi inheren dari manusia yang mudah berubah mengantarkan pendekatan kepemimpinan pada pendekatan Situsional-contigency.

d.  Tim, Kelompok, dan Komunikasi

1)  Pembentukan tim

Dalam organisasi IKS PI Kera Sakti mepelajari seni dan beladiri oleh sebab itu IKS PI Kera Sakti Kota Banjar mebentuk dua tim yaitu tim fighter dan tim seni

·   Tim fighter, adalah tim khusus yang  dibentuk untuk mengikuti kejuaranaan ipsi dengan cara bertarung.

·   Tim seni yaitu tim yang dibentuk khusus untuk mengikuti kejuaraan ipsi yaitu memperindah suatu gerak silat.

2)  Kelompok

Kelompok dalam organisasi IKS PI Kera Sakti dibedakan berdasarkan sabuk tingkatan yaitu hitam, kuning, biru, dan merah. Dengan pembagian kelompok tersebut materi pelatihan akan berbeda dalam setiap tingkatan.

· Dasar 1, sabuk hitam yaitu tingkat dasar yang berisi materi melatih kekuatan daya tahan tubuh.

·  Dasar 2, sabuk kuning  yaitu tingkat dasar  yang mempelajari arti dari sebuah gerakan atau pemahaman jurus.

· Tingkat 1, sabuk biru yang mempelajari tentang kerohanian lahir dan batin.

· Tingkat 2, sabuk merah yang mempelajari kepemimpinan dan pengembangan untuk memajukan  organisasi atau perguruan.

3)  Komunikasi

Dalam menjaga komunikasi yang baik organisasi IKS PI Kera Sakti  Kota Banjar mengadakan kumpulan rutin untuk  para pimpinan ranting  yang membahas tentang kemajuan dan keluhan masing masing ranting untuk di dipecahkan secara musyawarah  serta menerapkan latihan gabungan guna mempererat tali silaturahmi.

D.  Pengendalian

Sebagai pimpinan Bapak Imam melakukan pengontrolan setiap ranting agar kegiatan yang telah direncanakan berjalan dengan lancar dan pemimpin ranting melaporkan setiap kegiatan yang telah dilakukan untuk dievaluasi.




Sumber                    : Pengantar Manajemen/Sentot Imam Wahjono, dkk

Oleh                        : Meyliana Indriani (7101420320)

                                  Pendidikan Administrasi Perkantoran A 2020

Dosen Pengampu    : Bapak Agung Kuswantoro, S.Pd., M.Pd.





Tuesday, November 24, 2020

Manajemen Strategik|Pengantar Manajemen

 Manajemen Stategik

Semangat Pagi😊
Kali ini saya akan membahas materi sesuai judulnya ya😉Semangat💪

A. Rencana Strategi dan Rencana Operasi

Rencana Strategi (Renstra) adalah rencana yang didesain untuk memenuhi sasaran organisasi secara luas, sedang Rencana Operasional (Renop) adalah rencana yang terinci tentang kebutuhan untuk menggabungkan strategi ke dalam operasional sehari-hari. Keduanya berkaitan dengan hubungan kunci tempat sasaran organisasi dikejar. Renstra berkaitan dengan hubungan antara orang di sebuah organisasi dan orang yang bertindak di organisasi lain, sedang Renop berkaitan dengan orang di dalam organisasi.

Renstra dan Renop berbeda dalam lima hal besar berikut.
  1. Pusat bahasan: Renstra hanya membahas masalah-masalah yang berhubungan dengan kelangsungan hidup dan pengembangan usaha, sedang Renop cenderung membahas masalah-masalah operasional sehari-hari.
  2. Kurun waktu: Renstra cenderung untuk melihat ke depan beberapa tahun bahkan dekade, sedang Renop waktu yang relevan biasanya 1 tahun, tidak lebih.
  3. Cakupan: Renstra memengaruhi aktivitas organisasi secara luas, sedang Renop mempunyai cakupan yang terbatas dan spesifik.
  4. Tingkat rincian: Renstra sering kali bersifat umum dengan kata kata yang sederhana, sedang Renop relatif lebih detail sampai pada tingkat teknis yang terkecil sekalipun.
  5. Organisasi/Kepemimpinan: Renstra membutuhkan organisasi yang fleksibel dan kepemimpinan yang bersifat mengilhami (inspiring) dan mempunyai entrepreneurship yang tinggi, sedang Renop cenderung memerlukan organisasi yang stabil dan memerlukan leadership yang konservatif dan birokratif.

Tahapan Penyusunan Restra

1. Penentuan Visi, Misi dan Tujuan.
Tahap ini tanggung jawab top manajemen Pada tahapan ini yang diuji adalah kemampuan top manajemen dalam mengimplementasikan nilai-nilai dan norma norma (tentang baik-buruk, salah benar, boleh tidak boleh halal haram, ah tidak sah). Norma-norma agama serta adat dan budaya yang dipeluk dan dipraktikkan oleh top manajemen sering memengaruhi tahap ini. Tahap inilah yang dapat mengilhami karyawan dan manajemen di bawahnya untuk bekerja keras. Di tahap ini juga sering ditentukan mengenai etika kerja, macam produk dan jasa, cara pengoperasian usaha, dan skala usaha. 

 

2. Evaluasi Diri. 
Langkah ini bertujuan untuk membentuk profil perusahaan dengan mengenali diri dengan mengidentifikasi tujuan-tujuan dan strategi yang telah diterapkan saat ini. Profil perusahaan yang baik menggambarkan kondisi nyata perusahaan saat ini tentang sumber daya (manusia, mesin, tanah, bangunan keuangan, metode) yang dimiliki dan kemampuan perusahaan dalam mencapai tujuannya. Derajat kesuksesan saat ini tentu disebabkan oleh keberhasilan mengoptimalkan sumber daya yang dimiliki. Tahap ini hanya menganalisis faktor-faktor internal perusahaan. Hasil akhir dari tahap ini adalah jawaban tentang Strength and Weakness (Kekuatan dan Kelemahan).

3. Analisis Lingkungan Eksternal.
Setelah faktor-faktor internal perusahaan dievaluasi, maka faktor-faktor eksternal seperti pemasok, pesaing, pemerintah, pelanggan, serikat pekerja, dan media sebagai faktor eksternal dalam patut untuk diidentifikasi satu per satu untuk dicarikan antisipasinya sebagai faktor yang memengaruhi kegiatan perusahaan. Selain itu, terdapat juga faktor-faktor eksternal luar perusahaan seperti politik, teknologi, ekonomi, dan sosial, Semakin luar, faktor eksternal perusahaan semakin sulit untuk dikendalikan. Oleh karena itu, langkah bijak dalam mengantisipasi lingkungan eksternal luar adalah dengan membuat beberapa skenario (kondisi baik, sedang. dan buruk) Hasil akhir dari tahap ini adalah terjawabnya pertanyaan tentang Opportunity and Threat (Peluang dan Ancaman).

 

4. Pembuatan Keputusan Strategik.

 Setelah terkumpul dan terjawab masalah-masalah tentang Strength- Weakness dan Opportunity -Threat (SWOT), maka tibalah dipilih alternatif strategik yang terbaik dalam arti pilihan strategik yang mendapat manfaat yang paling besar tetapi mengandung mudharat (risiko) yang paling kecil. Pelaksanaan identifikasi pilihan strategi ini biasanya dibantu dengan tabel-tabel alternatif yang menggambarkan manfaat dan mudharat dalam satu halaman kertas analisis. Penggunaan kuadran (SWOT-4 kuadran, BCG-g kuadran) juga lazim dalam proses pembuatan strategi.

5. Implementasi Strategi.
Implementasi berarti meletakkan strategi menjadi kegiatan. Implementasi melibatkan penugasan dan pendelegasian wewenang ke tingkat manajemen di bawahnya. Dalam proses pelimpahan wewenang ini perlu diperhatikan secara seksama batasan wewenang. Kreativitas bawahan perlu dibangun secara terkendali. Pelaksanaan strategi tanpa kreativitas akan menghasilkan kegiatan yang kering dan cenderung tidak bermakna. Kegiatan yang kering cenderung sulit menjadi kegiatan yang berulang dan membudaya. Sementara itu, kreativitas yang tak terkendali cenderung kebablasan dan merusak strategi. Oleh karena itu, perlu dibuatkan batasan yang jelas dan tegas dalam pendelegasian dan pengalihan kewenangan.

 

6. Evaluasi.

Dalam tahap ini perlu dikemukakan dua pertanyaan mendasar, yaitu 1) apakah strategi diimplementasikan sesuai dengan rencana? 2) apakah strategi mencapai hasil yang diharapkan?

 

B. Implementasi Rencana Strategi

Manajemen strategi adalah proses manajemen yang mencakup penyertaan organisasi dalam membuat rencana strategis dan kemudian bertindak berdasarkan rencna tersebut.

Empat aspek kunci dari manajemen strategis yaitu :


Untuk mengimplementasikan strategi diperlukan Administrasi tugas untuk mencapai sasaran yang telah ditetapkan. Faktor-faktor kunci pada tahap ini adalah proses "politik internal" organisasi dan reaksi individual yang dapat memaksa perbaikan strategi. Tugas akhir adalah Pengendalian Strategis, memberikan umpan balik kepada manajer mengenai kemajuan yang dicapai Umpan balik negatif tentu saja dapat memicu siklus membuat rencana strategis baru.

C. Tingkat Strategi

1. Corporate-level strategy
Yaitu strategi yang dirumuskan oleh manajemen puncak untuk mengawasi perhatian dan operasi korporasi multilini. Ini berarti strategi induk yang mencakup strategi perusahaan secara keseluruhan di mana di dalamnya tercakup juga strategi untuk anak-anak perusahaan dan unit bisnis yang ada Disebut juga grand strategy. Dalam Corporate strategy dibahas ide mengenai bagaimana orang dalam sebuah organisasi akan berinteraksi dengan orang dari organisasi lain sepanjang waktu.

Dalam level strategi korporasi pertanyaan yang biasanya diajukan adalah pertanyaan-pertanyaan dasar dan basic yang menuntun visi perusahaan seperti berikut:
  1. Bisnis apa yang harus ditekuni oleh perusahaan?
  2. Apa sasaran dan harapan dari bisnis ini?
  3. Bagaimana pengalokasian sumber daya untuk mencapai semua sasaran perusahaan?
2. Business unit strategy
Adalah strategi yang dirumuskan untuk mencapai sasaran bisnis tertentu; juga disebut strategi lini bisnis. Strategi jenis ini merupakan breakdown untuk masing-masing unit usaha atau masing-masing lini bisnis. Tentu strategi ini tidak terlepas dari grand strategi yang telah diputuskan di atas. Strategi unit bisnis menyangkut cara mengelola minat dan operasi lini bisnis tertentu. Strategi ini berkaitan dengan pertanyaan-pertanyaan seperti berikut.
  1. Bagaimana bisnis bersaing di pasar?
  2. Produk/jasa seperti apa yang harus ditawarkan?
  3. Pelanggan mana yang harus dilayani?
  4. Bagaimana mendistribusikan sumber daya dalam bisnis?
3. Functional-level strategy
Strategi yang dirumuskan oleh bidang fungsional khusus dalam suatu usaha untuk melaksanakan strategi bisnis unit. Pada level strategi fungsional diciptakan kerangka kerja untuk manajer dalam setiap fungsi seperti pemasaran atau produksi untuk menjalankan strategi unit bisnis dan strategi korporasi. Jadi, strategi tingkat fungsional melengkapi hierarki strategi.

D. Hambatan Perencanaan yang Efektif

Sejumlah alasan mengapa banyak manajer ragu atau gagal dalam menetapkan tujuan dan membuat rencana bagi perusahaannya.
  1. Kurang pengetahuan tentang organisasinya
  2. Kurang pengetahuan tentang lingkungannya
  3. Ketidakmampuan melakukan peramalan secara efektif
  4. Kesulitan perencanaan operasi yang tidak berulang
  5. Biaya
  6. Takut gagal
  7. Minder, kurang percaya diri
  8. Tidak bersedia menyingkirkan tujuan-tujuan lain

Demikian penjelasan mengenai Manajemen Strategik. Mohon maaf apabila ada kesalahan dalam penulisan. Terima kasih.🙏👋





Sumber : Pengantar Manajemen/Sentot Imam Wahjono, dkk

 

Oleh : Meyliana Indriani (7101420320)

Dosen Pengampu :Bapak Agung Kuswantoro, S.Pd., M.Pd.


Tuesday, November 17, 2020

Elemen Dasar Keputusan dan Perencanaan|Pengantar Manajemen

 Elemen Dasar Keputusan dan Perencanaan


Assalamualaikum Wr.Wb.
Kali ini saya akan membahas materi sesuai judulnya. Selamat membaca😊💪

A. Lingkungan Organisasi

Manajer harus mengidentifikasi, menganalisis, mengevaluasi, mendiagnosis dan bereaksi terhadap kekuatan-kekuatan lingkungan baik berupa opportunity, risk, dan theat yang mempunyai pengaruh pada operasi perusahaan.

1. Faktor-Faktor Lingkungan Eksternal

Lingkungan Eksternal Mikro:
  • Pelanggan, dalam persaingan yang ketat penerapan strategi pemasaran yang berusaha memuaskan kebutuhan dan keinginan pelanggan adalah syarat untuk menjaga kelangsungan hidup perusahaan, berkembang, dan mendapatkan keuntungan.
  • Pesaing, analisis Strength, weakness, Opportunity, and Threat (SWOT) dan benchmarking dapat digunakan untuk menempel, di depan bahkan meninggalkan pesaing dalam hal kebijakan produk, harga dan pelayanan.
  • Pemasok, bahan baku dan bahan pembantu yang datang tepat waktu dan jumlah akan membantu upaya efisien.
  • Serikat Pekerja, kerja sama yang baik dengan manajemen akan mendukung suasana kerja yang aman, nyaman, dan berkelanjutan.
  • Pemerintah, kemampuan beradaptasi dengan peraturan pemerintah yang sering berubah sangat diperlukan.
  • Media, publikasi lewat berbagai media yang ada akan sangat memengaruhi perkembangan organisasi.
Lingkungan Eksternal Makro:
  • Ekonomi, tingkat inflasi, perubahan kurs valuta asing, perubahan suku bunga perbankan, iklim penanaman modal dalam negeri, regional dan global, pertumbuhan ekonomi regional dan nasional, dan kebijakan fiskal akan sangat memengaruhi perkembangan organisasi.
  • Politik, gonjang-ganjing politik kekanak-kanakan yang berimbas pada kerusuhan dan kekacauan akan merugikan perkembangan organisasi.
  • Sosial, kepercayaan, agama, nilai-nilai, sikap, pandangan dan pola hidup yang ada dalam masyarakat harus disadari dengan benar oleh manajemen dalam mengimplementasikan kebijakannya.
  • Teknologi, perkembangan teknologi adakalanya mematikan bisnis lain. Oleh karena itu, manajemen harus pandai membaca arah perkembangan teknologi.

2. Stakeholder Organisasi




Stakeholder atau pemangku kepentingan tersebut terdiri dari beberapa konstituen organisasi yang secara signifikan memengaruhi kemajuan dan kekuatan organisasi.

3. Tanggung Jawab Sosial dan Etika Manajer

Faktor yang memengaruhi keputusan pada masalah etika
  • hukum
  • peraturan pemerintah
  • kode etik industri dan perusahaan
  • tekanan-tekanan sosial
  • tarik ulur antara standar perorangan dan kebutuhan organisasi
Tuntutan etika bisnis tersebut menyebabkan banyak manajer yang menyesuaikan tujuan organisasinya tidak semata-mata memperoleh untung sebanyak-banyaknya tanpa mengabaikan tuntutan sosial tentang kesehatan lingkungan, pengalokasian sumbangan biaya pendidikan, dll.

Moralitas umum dalam beretika:

  • menepati janji
  • tidak suka dengki
  • saling membantu
  • menghargai orang lain
  • menghargai hak milik

B. Bisnis Global

Secara umum globalisasi adalah, pengakuan oleh organisasi bahwa bisnis harus mempunyai fokus global, bukan lokal yang mencakup tiga faktor, yaitu kedekatan, lokasi, dan sikap.

Manajer sekarang bekerja dalam kedekatan yang jauh lebih besar , berhadapan dengan pelanggan, pesaing, pemasok, media, serikat pekerja, dan pemerintah yang jauh lebih banyak dan lebih beragam.

Lokasi dan integrasi organisasi yang beroperasi melewati batas negara merupakan bagian dari globalisasi.

Globalisasi mengacu pada sikap baru, yaitu terbuka dalammempraktikkan manajemen internasional.

1. Globalisasi dan Daya Saing

Daya saing adalah posisi relatif dari suatu pesaing terhadap pesaing lainnya. Daya saing merupakan kunci untuk memenangkan persaingan, semakin tinggi daya saingnya semakin besar kemungkinan untuk memenangkan "pertrmpuran bisnis".

2. Praktik Bisnis Global

Langkah-langkah memulai bisnis global
  1. Exporting, yaitu menjual produk domestik kepasaran luar negeri. Hubungan yang terjadi adalah pasif antara perusahaan eksportir yang mewakili manajer ekspornya dengan wakil perusahaan importir di luar negeri.
  2. Licencing, yaitu penjualan hak ke pasar produk bermerk atau menggunakan proses yang dipatenkan atau material yang dilindungi Undang-Undang Hak Cipta.
  3. Franchise, yaitu suatu tipe pengaturan lisensi di mana suatu perusahaan menjual paket yang terdiri dari merk dagang, mesin, material, dan pedoman manajerial.
  4. Joint venture atau usaha patungan, inilah cara yang biasa dipakai untuk memasuki bisnis suatu negara yang melarang asing memiliki perusahaan domestik.
  5. Global strategic partnership, merupakan aliansi yang dibentuk oleh sebuah organisasi dengan satu atau beberapa negara asing dengan tujuan mengeksploitasi peluang di negara lain untuk mengambil posisi utama dalam produksi dan pemasok.

C. Pembuatan Keputusan

Pembuatan keputusan adalah mengidentifikasi dan memilih serangkaian tindakan untuk menghadapi suatu masalah atau mengambil keuntungan dari suatu kesempatan. Pembuatan keputusan adalah awal dari perencanaan dan sekaligus awal dari serangkaian panjang aktivitas manajemen. 

Pembuatan keputusan menghubungkan keadaan masa kini dengan tindakan yang akan diambil perusahaan di masa depan, di samping juga memerhatikan keadaan masa lalu.

1. Keputusan Adalah Awal dari Perencanaan

Pembuatan keputusan berhubungan dengan masalah. Suatu masalah muncul karena keadaan sebenarnya berbeda dengan yang diharapkan. Dalam banyak hal masalah mungkin adalah peluang yang tersembunyi. Proses penemuan masalah sering kali informal dan intuitif. 

Situasi biasanya memberi peringatan kepada manajer tentang kemungkinan adanya masalah:

  • deviasi dari pengalaman masa lalu

  • deviasi dari rencana yang ditetapkan

  • orang lain sering kali memberi tahu masalah kepada manajer

  • prestasi pesaing dapat juga menciptakan situasi pemecahan masalah. 

Kesempatan yang dilewatkan menciptakan masalah bagi perusahaan, dan kesempatan sering kali ditemukan pada saat mendalami masalah. 

Masalah adalah sesuatu yang membahayakan kemampuan perusahaan dalam mencapai tujuannya sedang kesempatan adalah sesuatu yang menawarkan tantangan untuk melampaui tujuan. 

Latar belakang dan keahlian manajer juga akan memengaruhi apa yang mereka pandang sebagai masalah dan kesempatan, banyak manajer yang menentukan masalah yang sama dengan arti yang berbeda, oleh karena itu beberapa pertanyaan ini perlu dijawab. 

a. Kegiatan apa yang menjadi prioritas? 

b. Apakah masalah tersebut mudah ditangani? 

c. Apakah masalah itu akan selesai dengan sendirinya kalau dibiarkan?

d. Apakah ini keputusan yang akan saya buat?

2. Sifat Keputusan

Sifat keputusan disesuaikan dengan kondisi dan dampak dari suatu keputusan. Hal-hal yang bersifat rutin dan berdampak kecil, seperti retur penjualan, dapat diselesaikan dengan menyusun suatu sistem dan prosedur sehingga dapat diputuskan secara terprogram. Sedang keputusan yang lebih penting, seperti penentuan lokasi penjualan yang baru, perekrutan tenaga manjajerial tingkat tinggi, keputusan investasi bernilai besar, memerlukan keputusan tidak terprogram.

3. Model Rasional Pembuatan Keputusan

Proses mendasar dari pembuatan keputusan rasional:
1. Pengamatan Situasi
  • Definisikan masalah
  • Diagnosis penyebabnya
  • Tentukan tujuan keputusan
2. Kembangkan Alternatif
  • Cari alternatif secara kreatif
  • Jangan mengevaluasi dulu
3. Mengevaluasi Alternatif dan Memilih yang Terbaik
  • Evaluasi alternatif
  • Pilih alternatif terbaik
4. Implementasikan Keputusan dan Monitor Hasil
  • Rencanakan implementasi
  • Implementasukan rencara
  • Monitor implementasi dan buat penyesuaian yang perlu

D. Perencana

Dalam organisasi, perencanaan adalah proses menetapkan sasaran dan memilih cara untuk mencapai sasaran yang telah ditetapkan.

Organisasi biasanya dimanajemeni menurut dua rencana yaitu rencana strategis dan rencana operasional.

  • Rencana strategis, yang didesain oleh manajer puncak untuk menentukan sasaran secara luas

  • Rencana operasional, berisi rincian untuk mengimplementasikan dalam kegiatan sehari-hari

Baik rencana strategis maupun rencana operasional dibuat dan dilaksanakan  secara hierarkis.

Pernyaraan misi adalah sasaran organisasi secara luas, berdasarkan pada alasan perencanaan, yang membenarkan keberadaan organisasi, karena pernyataan tersebut cenderung banyak kalimat, biasanya disingkat hanya menjadi beberapa kata saja menjadi moto.

Pernyataan misi merupakan bagian yang relatif permanen dari ciri-ciri organisasi dan dapat berfungsi untuk mempersatukan dan memotivasi anggota organisasi.


Demikian penjelasan mengenai Elemen Dasar Keputusan dan Perencanaan. Mohon maaf bila ada kesalahan dalam penulisan. Terimakasih.👋

Wassalamualaikum Wr.Wb




Sumber : Pengantar Manajemen/Sentot Imam Wahjono, dkk


Oleh : Meyliana Indriani (7101420320)

Dosen Pengampu :Bapak Agung Kuswantoro, S.Pd., M.Pd.


Wednesday, November 11, 2020

Perkembangan Teori Manajemen|Pengantar Manajemen

 Perkembangan Teori Manajemen


Assalamualaikum Wr.Wb

Untuk kali ini saya akan membahas tentang Perkembangan Teori Manajemen. Selamat membaca😊


A. Evolusi Teori Manajemen

Manajemen sebagai ilmu, telah berkembang sejak ditemukannya ilmu manajemen ilmiah (scientific management) oleh Taylor yang dikenal sebagai Bapak Manajemen Dunia.

        Berikut periodesasi perkembangan ilmu manajemen:

  1. Manajemen Ilmiah (1870-1930). Tokoh-tokoh : FW Taylor, Frank & Lilian Gilbreth, Henry Gantt, Harrington Emerson.
  2. Teori Organisasi Klasik (1900-1940). Tokoh-tokoh : Henri Fayol, Jame D. Mooney, Mary Parker Follet, Herbert Simon, Chester I. Barnard.
  3. Hubungan Manusiawi (1930-1940). Tokoh-tokoh : Hawthorne Studies, Elton Mayo, Fritz Roethlisberger, Hugo Munstreberg.
  4. Manajemen Modern (1940-sekarang. Tokoh-tokoh : Abraham Maslow, Chris Argyris, Douglas McGregor, Edgar Schein, David McClelland, Robert Blake & Jane Mouton,Ernest Dale, Peter Drucker, dll.

B. Aliran Manajemen Ilmiah

Aliran ini mencoba untuk menerangkan secara ilmiah metode terbaik untuk melaksanakan tugas apa pun dan untuk menyeleksi, melatih, dan memotivasi pekerja.

        Empat prinsip dasar yang digunakan untuk mencapai efisiensi:

  1. pengembangan metode ilmiah untuk menentukan cara terbaik dalam pelaksanaan setiap pekerjaan.
  2. Seleksi ilmiah karyawan, dengan menentukan tanggung jawab karyawan sesuai dengan kemampuannya.
  3. Pendidikan dan pengembangan karyawan secara ilmiah.
  4. Kerja sama yang baik antara manajemen dan karyawan.
        Keterbatasan manajemen ilmiah

  1. Karena kenaikan produktivitas sering tidak diikuti oleh kenaikan pendapatan.
  2. Pendekatan "rasional" hanya memuaskan kebutuhan ekonomis dan fisik tidak kebutuhan sosial karyawan.
  3. Mengabaikan keinginan manusia dalam hal kepuasan kerja.
C. Aliran Teori Organisasi Klasik
Henry Fayol adalah salah satu tokoh dalam kelompok aliran teori organisasi klasik, yang mengemukakan 14 prinsip manajemen berikut ini.

  1. Pembagian kerja, spesialisasi akan meningkatkan efisien kerja.
  2. Wewenang, hak untuk memberi perintah dan dipatuhi.
  3. Disiplin, harus ada respek dan ketaatan pada peranan dan tujuan organisasi.
  4. Kesatuan perintah, hanya ada satu atasan.
  5. Kesatuan pengarahan, hanya ada satu direction dari satu manajer dengan satu rencana.
  6. Meletakan kepentingan perseorangan dibawah kepentingan umum.
  7. Balas jasa, kompensasi harus adil antara owner dan karyawan.
  8. Sentralisasi, pemusatan yang seimbang.
  9. Rantai sekalar, garis wewenang dan perintah yang jelas.
  10. Order, sarana dan orang harus berada pada saat dan waktu yang tepat .
  11. Keadilan, ada kesamaan perlakuan dalan organisasi .
  12. Stabilitas staf organisasi, turn over karyawan harus rendah.
  13. Inisiatif, ada kebebasan dalam kebebasan rencana.
  14. Esprit de corps, cinta pada organisasi
D. Aliran Hubungan Manusiawi 

        Elton Mayo mengatakan bahwa: bilamenajemen personalia mendorong lebih banyak dan lebih baik dalam kerja, hubungan manusiawi akan menjadi baik. bila moral dan efisiensi memburuk maka hubungan manusiawi dalam organisasi juga terpengaruh menjadi buruk. sehingingga harus ditemukan faktor-faktor pemotivasi bagi karyawan.
kelemahan aliran hubungan manusiawi: 
  1. Konsep mahkluk sosial tidak menggambarkan secara lengkap individu dalam tempatnya bekerja.
  2. perbaikan kondisi kerja tidak meningkatan produktivitas yang diharapk.
  3. lingkungan sosisal hanya salah satu faktor pengaruh produktivitas .
  4. tingkat upah, struktur organisasi dan hubungan perburuhan juga berperan.
E. Aliran Manajemen Modern 
    1. Pendekatan Perilaku Organisasi
        Prinsip dasar perilaku organisasi:
  • manajemen harus sistematik dan pendekatan yang digunakan harus dengan pertimbangan yang hati-hati
  • pendekatan motivasional yang menghasilkan komitmen bekerja terhadap tujuan organisasi sangat dibutuhkan 
  • menajemen tidak dapat dipandang sebagai suatu proses teknik secara ketatat (peranan , prosedur , prinsip ).
  • unsur manusia adalah faktor kunci penetu sukses atau kegagalan pencapaian tujuan organisasi.
  • organisasi harus menyediakan iklim yang mendatangkan kesempatan bagi karyawan untuk memuaskan seluruh kebutuhannya.
  • Pekerjaan setiap karyawan harus disusun yang memungkinkan karena mencapai kepuasan diri dari pekerjaan tersebut
  • Komitmen dapat dikembangkan melalui partisipasi dan eterlibatan para karyawan.
  • Pola-pola pengawasan dan manajemen pemangawasan harus dibangun atas dasar pengertian positif yang menyeluruh mengenai karyawan dan reaksi mereka terhadap pekerjaan.
    2. Pendekatan Kuantitatif
        Langkah-langkah pendekatan management science:
        a. perumusan masalah.
        b. penyusunan suatu model sistematis.
        c. mendapatkan penyelesaian dari model.
        d. pengujian model dan hasil yang dapat dari model.
        e. penempatan pengawasan atas hasil-hasil.
        f. pelaksanaan pengawasan atas hasil-hasil.
        g. pelaksanaan hasil dalam kegiatan implementasi.

    3. Pendekatan Sistem.
Sebagai suatu pendekatan manajemen, "sistem" mencangkup baik sistem umum maupun sistem khusus dan analisis tertutup maupun terbuka. Pendekatan sistem umum pada manajemen dapat dikaitkan dengan konsep-konsep organisasi formal dan teknis, filosofis, dan sosiopsikologis. Sedangkan analisis sistem manajemen khusus meliputi bidang-bidang seperti struktur organisasi, desain pekerjaan, akuntansi, sistem informasi, serta mekanisme perncanaan dan pengawasan.

    4. Pendekatan Kontingensi
Menurut pendekatan ini tugas manajer adalah mengidentifikasi teknik mana, pada situasi tertentu, di bawah keadaan tertentu, dan pada waktu tertentu akan membantu pencapaian tujuan manajemen. Perbedaan kondisi dan situasi membutuhkan aplikasi teknik manajemen yang berbeda pula, karena tidak ada teknik, prinsip dan konsep universal yang dapat diterapkan dalam segala kondisi.

 


Demikian penjelasan mengenai perkembangan teori manajeme. Mohon maaf bila ada kesalahan dalam penulisan.
Wassalamualaikum Wr.Wb


Sumber : Pengantar Manajemen/Sentot Imam Wahjono, dkk

Oleh : Meyliana Indriani (7101420320)
Dosen Pengampu :Bapak Agung Kuswantoro, S.Pd., M.Pd.



Monday, October 26, 2020

Manajemen dan Peran Manajer (Pengantar Manajemen)

 Manajemen dan Peran Manajer


Selamat pagi, siang, sore, malam.

Kali ini saya akan membahas materi sesuai dengan judulnya. Selamat membaca.😊💪


A. Pengertian Manajemen

    Bicara mengenai manajemen, selalu didahului dengan organisasi karena hidup selalu berhubungan dengan organisasi. Semua organisasi baik formal maupun informal disatukan dan dipertahankan keberadaannya oleh sekelompok orang yang melihat bahwa ada manfaat untuk bekerja sama ke arah sasaran yang sama. Tapi tidak dengan organisasi emak-emak gibah ya, organisasi ini harus segera dibubarkan karena mengakibatkan kericuhan, kebencihan, dan tentunya dosa.😁 Lanjut👇

    Semua organisasi mempunyai (beberapa) program atau metode untuk mencapai sasaran, yaitu rencana. Tanpa rencana yang harus dikerjakan, kemungkinan besar tidak ada organisasi yang dapat bertindak efektif.

    Organisasi juga harus memiliki dan mengalokasikan sumber daya yang perlu untuk sasaran, apakah itu alat produksi berupa mesin dan peralatan, metode kerja, teknologi, uang, karyawan, dll. Organisasi juga tergantung pada organisasi lain di sekitarnya seperti pemasok, pesaing, media siar, pemerintah, serikat kerja, serta konsumen untuk melengkapi dan memperbarui sumber daya yang mereka perlukan.

    Untuk menjalankan organisasi diperlukan manajemen yang dilakukan secara sadar dan terus-menerus. Orang yang bertanggung jawab terhadap organisasi dalam mencapai sasarannya disebut manajer.

    Manajemen merupakan kombinasi dari ilmu dan seni dengan proporsi yang bermacam-macam. Pendekatan yang bersifat keilmuan terjadi dalam hal perencanaan, pembuatan keputusan, perancangan struktur organisasi, dan lain sebagainya. Sedangkan pendekatan yang bersifat seni muncul saat proses kepemimpinan, pengarahan, komunikasi, pengendalian, dan lain sebagainya.

    Menurut ahli manajemen Peter Drucker, efektivitas adalah melakukan pekerjaan yang benar (doing the right things), sedangkan efisien adalah melakukan pekerjaan dengan benar (doing things right). Lalu makah yang lebih dahulu dilakukan dan dicapai? Jawabannya adalah efektivitas baru kemudian secara bertahap diraih efisiensi.


Arti Kata Manajemen

    Manajemen berasal dari Bahasa Inggris yaitu management dengan kata dasar to manage yang secara harfiah berarti mengelola. Sebagai kata benda manajemen sering diartikan sebagai pimpinan, yaitu sekelompok orang penting yang mengatur jalannya suatu organisasi atau perusahaan.

Pengertian Manajemen menurut para ahli :

  • Mary Parker Follet, manajemen sebagai seni (art) untuk melakukan pekerjaan melalui orang lain.
  • Stephen P. Robbins, Manajer adalah seorang yang mengoordinasi pekerjaan sehingga tujuan organisasi tercapai.
    Dapat disimpulkan bahwa manajemen adalah gabungan ilmu dan seni yang merupakan sekumpulan tindakan perencanaan, pengorganisasian, pengarahan dan pemimpinan serta pengendalian atas penggunaan sumber-sumber daya organisasi yang tersedia untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan sehingga bermanfaat bagi manusia.


B. Proses Manajemen

    Empat fungsi pokok manajer yaitu, merencanakan (planning), mengorganisasikan (organizing), memimpin (actuating,leading), dan mgendalikan (controlling).
  1. Merencanakan (planning), mengandung arti bahwa manajer memikirkan dengan seksama terlebih dahulu sasaran dan tindakan berdasarkan metode, rencana, atau logika dan bukan perasaan. Rencana mengarahkan tujuan organisasi dan menetapkan prosedur terbaik untuk mencapainya. Disamping itu , rencana merupakan pedoman untuk: 1) organisasi memperoleh dan menggunakan sumber daya yang diperlukan untuk mencapai tujuan; 2) anggota organisasi melaksanakan kegiatan yang konsisten dengan tujuan dan prosedur yang sudah ditetapkan; dan 3) memantau dan mengukur kemajuan dalam mencapai tujuan, sehingga tindakan korektif dapat diambil bila kemajuan tidak memuaskan.
  2. Mengorganisasikan (organizing), adalah proses mengatur dan mengalokasikan pekerjaan, wewenang, dan sumber daya di antara anggota organisasi, sehingga mereka dapat mencapai sasaran organisasi.
  3. Memimpin (actuating, leading), meliputi mengarahkan, memengaruhi, dan memotivasi karyawan untuk melaksanakan tugas yang penting.
  4. Mengendalikan (controlling), adalah proses kegiatan untuk memastikan bahwa aktivitas yang terjadi sesuai dengan aktivitas yang direncanakan. Hal ini melibatkan berbagai elemen: 1) menetapkan standar prestasi kerja; 2) mengukur prestasi kerja saat ini; 3) membandingkan prestasi kerja dengan standarnya ; dan 4) mengambil tindakan korektif bila ada penyimpangan.

C. Manajemen Sebagai Profesi

    Dalam menjalankan profesinya, seorang manajer  memegang prinsip-prinsip moral yang tinggi dan menjunjung etika yang diterima oleh umum seperti :
  1. Kejujuran (honesty),
  2. Berkata yang benar (tell the truth) meskipun tidak apa adanya,
  3. Menepati janji (my word is my bond),
  4. Mengontrol pekerjaannya sehingga bisa selesai dengan kualitas terbaik (do my best),
  5. Bijaksana (wisdom),
  6. Langsung pada pokok tidak bertele-tele (to the point),
  7. Hangat (warmly),
  8. Ramah (friendly),
  9. Penuh perhatian (attentive),
  10. Tegas (assertive), dan
  11. Patuh pada peraturan (obey).

D. Bidang-bidang Fungsional Manajemen

Cabang-cabang manajemen secara fungsional pada umumnya terdiri dari empat yaitu, manajemen sumber daya manusia, manajemen pemasaran, manajemen operasional/produksi, dan manajemen keuangan.

1. Manajemen Sumber Daya Manusia

Sebagai cabang ilmu manajemen, MSDM juga mempunyai empat fungsi manajemen yaitu POAC (Planning, Organizing, Actuating, dan Controlling). Selain itu, MSDM juga mempunyai lima fungsi operasional, yaitu :
  • Pengadaan, memperoleh karyawan dalam kuantitas dan kualitas serta waktu yang tepat sesuai kebutuhan yang telah direncanakan untuk mencapai tujuan organisasi.
  • Pengembangan, karyawan yang ada harus senantiasa dalam kondisi yang cukup baik untuk menjalaknan tugas. Oleh karena itu, keterampilan dan keahlian harus senantiasa diperbarui dengan pendidikan dan pelatihan.
  • Pemberian Konpensasi, karyawan yang ada perlu diberikan imbal jasa yang layak dan sesuai antara sumbangan karyawan kepada perusahaan dalam arti kemampuan karyawan dalam menciptakan nilai tambah bagi perusahaan dan kemampuan perusahaan untuk membayar konpensasi.
  • Pengintegrasian, berbagai keinginan karyawan harus sedapat mungkin diselaraskan dengan tujuan perusahaan. Oleh karena itu, manajemen diharapkan berlaku arif dalam menyikapi adanya kemungkinan benturan kepentingan individual dengan jalan mengomunikasikan tujuan perusahaan dan apa yang perlu dilakukan karyawan untuk mencapai tujuan tersebut.
  • Pemeliharaan, kondisi fisik dan psikis karyawan harus senantiasa dipelihara tetap dalam kondisi yang baik sehingga mampu melaksanakan tugas sesuai dengan tuntutan kuantitas dan kualitas yang diinginkan perusahaan.
2. Manajemen Operasional/Produksi

Manajemen operasinal adalah upaya pengelolaan manusia menciptakan nilai tambah atas imputan yang berupa berbagai suber daya atau sering disebut faktor produksi seperti tenaga kerja, mesin dan peralatan, bahan mentah, (5M= Man, Money, Machine, Material, and Methode) dan sebagainya menjadi output-an dalam bentuk jumlah, kualitas, harga, waktu, tempat tertentu, dan kemudahan.

Proses penciptaan nilai tambah di dunia pabrikasi (manufacturing) sering disebut sebagai produksi. Sedangkan proses penciptaan nilai tambah di dunia jasa (services) sering disebut operasi.

Ruang lingkup manajemen operasi/produksi:
  • Proses, merancang proses produksi secara fisik yang mencakup seleksi tipe proses, pemilihan teknologi, analisis aliran proses, penentuan lokasi fasilitas dan layout, serta bahan penanganan bahan.
  • Kapasitas, keputusan kapasitas diperlukan agar volume output-an pada posisi optimal sesuai dengan kebutuhan yang direncanakan dalam arti tidak terlalu banyak dan terlalu sedikit.
  • Persediaan, keputusan-keputusan mengenai dari mana, kapan, dan berapa pemesanan serta penyimpanannya memerlukan dukungan sistem logistik yang memadai.
  • Tenaga kerja, keputusan mengenai tenaga kerja mencakup keputusan tentang perancangan dan pengelolaan tenaga kerja dalam kegiatan operasi.
  • Kualitas, desain kualitas harus diletakkan pada tataran proses yang mengikuti keseluruhan kegiatan operasi, mulai dari awal sampai akhir. Mulai dari proses pengadaan bahan baku, pengadaan tenaga kerja, mesin dan peralatan sampai kepada proses pengiriman barang sampai ke tangan konsumen untuk dinikmati.

3. Manajemen Pemasaran

Manajemen pemasaran adalah proses perencanaan dan pelaksanaan dari perwujudan, pemberian harga, promosi, dan distribusi dari barang-barang, jasa dan gagasan untuk menciptakan pertukaran dengan kelompok sasaran yang memenuhi tujuan pelanggaran dan organisasi.

Masyarakat pemasaran akan terlibat sepuluh macam entitas yaitu, barang-barang, jasa-jasa, pengalaman-pengalaman, kegiatan-kegiatan, orang-perorang, tempat-tempat, harta-kekayaan, banyak organisasi, informasi, banyak ide.

Theodore Levitt dari Harvard University menggambarkan perbedaan pemikiran yang kontras antara konsep penjualan dan pemasaran:
Penjualan berfokus pada kebutuhan penjual; pemasaran berfokus pada kebutuhan pembeli. Penjualan memberi perhatian pada kebutuhan penjual untuk mengubah produknya menjadi uang tunai; pemasaran mempunyai gagasan untuk memuaskan kebutuhan pelanggan lewat sarana-sarana produk dan keseluruhan kelompok barang yang dihubungkan dengan hal menciptakan, menyerahkan, dan akhirnya mengosumsinya.

Konsep pemasaran berdiri di atas empat pilar: pasar sasaran (target market), kebutuhan pelanggan (consumers needs), pemasaran terpadu (integrated marketing), dan kemampuan menghasilkan laba (profitability).



4. Manajemen Keuangan

Manajemen keuangan adalah semua aktivitas perusahaan untuk mendapatkan dana yang dibutuhkan dan menggunakannya seefisien mungkin. Manajer keuangan haruslah mempunyai pengetahuan yang cukup tentang perbankan, pasar modal, dan lain-lain pasar uang untuk mendapatkan dana yang murah serta mempunyai pengetahuan yang cukup untuk menginvestasikan dana baik dalam bentuk surat-surat berharga (deposito,saham, obligasi, reksadana) maupun investasi fixed assets seperti pembelian mesin-mesin produksi, tanah, bangunan, kendaraan dan lain-lain alay produksi maupun investasi non-produksi.


E. Tingkat Manajemen dan Keterampilan Manajemen

  1. Manajer lini pertama ( first line manager), seperti mandor, supervisor adalah tingkatan terbawah dalam manajemen suatu organisasi yang memimpin dan mengawasi langsung serta bertanggung jawab terhadap kelancaran para tenaga operasional di lapangan.
  2. Manajer madya (middle management), yang bertugas memimpin dan mengawasi manajer lini pertama seperti kepala departemen, superintenden, manajer keuangan, dan manajer fungsional yang lain, namun dibawah dan bertanggung jawab ke manajer puncak.
  3. Manajer puncak yang bertanggung jawab atas keseluruhan kegiatan organisasi, biasa disebut Direktur, Presiden Direktur (Presdir), General Manager, CEO. tugasnya adalah menetapkan kebijakan dan mengarahkan organisasi agar dapat beradaptasi dengan lingkungan mikro dan makro perusahaan dan menjamin tercapainya tujuan perusahaan.
Perbedaan tingkat manajemen tersebut diikiuti dengan perbedaan keterampilan manajemen yang diperlukan, meliputi keterampilan teknis, keterampilan kemanusiaan, dan keterampilan konseptual.
  1. Keterampilan konseptual adalah kemampuan mental untuk mengoordinasikan dan memadukan seluruh kepentingan dan kegiatan organisasi.
  2. Keterampilan kemanusiaan adalah kemampuan untuk bekerja sama dengan manusia lain.
  3. Keterampilan teknis adalah kemampuan dalam menggunakan prosedur, teknik dan pengetahuan di bidang-bidang khusus, sehingga pekerjaan dapat terlaksana dengan baik.

Demikian penjelasan seputar manajemen dan peran manajer. Mohon maaf jika ada kesalahan dalam penulisan. Terima kasih.😊👋




Meyliana Indriani

Analisa Manajemen Masjid Nurul Iman Sekaran

 Analisa Manajemen Masjid Nurul Iman Sekaran


Assalamualaikum Wr.Wb

Kali ini saya akan menganalisis enam artikel dari Bapak Agung Kuswantoro, S.Pd., M.Pd. Enam artikel ini berbeda namun saling berhubungan. Diantaranya:

1. Hijrah dengan Menata Muadzin Masjid Nurul Iman Sekaran

2. Membuat Surat Keputusan

3. Peningkatan Kompetensi Muadzin Masjid Nurul Iman

4. Visi itu Abstrak

5. Pengelolaan Sholat Lima Waktu

6. Sekolah Muadzin

Hasil analisis:

1. Adanya permasalahan terbatasnya jumlah Muadzin. Bapak Sukari di Masjid Nurul Iman Sekaran, beliau mengadzani selama empat kali berturut-turut, hal ini dikarenakan perintah dari temannya sebab terbatasnya jumlah muadzin di Masjid Nurul Iman Sekaran. Oleh karena itu, diadakan sebuah rapat untuk mengatur sistem permuadzinan Masjid Nurul Iman. Dari hasil rapat tersebut diperoleh hasil yaitu:

  • Ada tambahan muadin berjumlah tiga orang.
  • Muadzin sholat rowatib tidak dijadwal siapa yang datang dulu dialah yang adzan.
  • Ada kelas khusus untuk belajar adzan untuk kalangan ramaja dan anak-anak
2. Setelah rapat membuahkan hasil, dibuatlah Surat Keputusan (SK) dengan memperhatikan, menimbang dan memutuskan lima orang muadzin untuk sholat jum'at.  Manajemen ini bersifat terbuka agar tidak terjadi kesalahpahaman informasi.

3. Untuk menciptakan calon-calon muadzin yang berpotensi maka Masjid Nurul Iman mengumpulkan lima muadzin sholat jum'at dan remaja masjid dengan mengundang pembicara yang memaparkan materi tentang adzan. Dengan harapan muadzin benar-benar fasih bukan sekedar hafal.

4. Selanjutnya yaitu menentukan visi, karena visi adalah gambaran/wawasan atau pernyataan tentang lembaga pendidikan yang ingin diwujudkan dimasa depan. Adapun ciri-ciri yaitu:

  • Mudah dipahami
  • Bahasa sederhana
  • Bersifat menantang dan dapat dicapai
  • Ideal tetapi dapat dihayati
  • Menimbulkan motivasi dan kegairahan untuk melaksanakan
  • Tidak menyebut dan tidak terikat pada angka definitif
  • Memberikan nuasa kinerja bermutu bagi karyawan
maka dari itu Masjid Nurul Iman Sekaran memiliki visi:
"Mewujudkan masjid yang nyawan, tenang dan khusyuk dalam penyenggaraan sholat rowatib, sunah, dan beribadah kepada Alloh"

5. Selanjutnya yaitu pengolaan sholat lima waktu dalam upaya mengusahakan agar masjid digunakan penuh dalam lima waktu, Masjid Nurul Iman menyelenggarakan beberapa kegiatan seperti:

  • Adanya kegiatan belajar atau praktik bagi remaja 
  • Adanya kegiatan kelas muadzin yang diselenggarakan oleh takmir tiap malam sabtu usai sholat maghrib hingga isya. 

6. Untuk dapat meningkatkan pemahaman mengenai adzan Masjid Nurul Iman Sekaran mengadakan sekolah muadzin yang dilakukan seminggu sekali.


Kesimpulan:

 Dalam proses manajemen terdapat salah satu fungsi yaitu merencanakan (planning) yang mengandung arti bahwa manajer memikirkan dengan seksama terlebih dahulu sasaran dan tindakan berdasarkan metode, rencana, atau logika dan bukan berdasarkan perasaan. Rencana mengarahkan tujuan organisasi dan menetapkan prosedur terbaik untuk mencapainya.

Berdasarkan enam artikel tersebut dapat disimpulkan bahwa:

Manajer : Bapak Agung Kuswantoro, S.Pd, M.Pd.

Tujuan : Mewujudkan masjid yang nyawan, tenang, dan khusyuk dalam penyenggaraan sholat rowatib, sunah, dan beribadah kepada Alloh.

Rencana : Mengatur sistem permuadzinan dan pengelolaan sholat lima waktu

Metode : 1) Mengadakan rapat; 2) Membuat SK; 3) Membentuk kelas belajar adzan; 4) Mengundang pemateri untuk pemaparan materi adzan; 5) Menentukan visi; 6)Membentuk sekolah adzan.

Organisasi : Masjid Nurul Iman Sekaran

Anggota Organisasi : Jamaah Masjid Nurul Iman Sekaran

Dari kesimpulan tersebut Masjid Nurul Iman Sekaran sudah sangat bagus dalam hal perencanaan. Karena tujuan sudah jelas dan metode serta rencana sudah tersusun rapi. Dengan prosedur yang baik akan tercapai tujuan dengan baik pula.


Demikian hasil analisis manajemen di Masjid Nurul Iman Sekaran. Mohon maaf apabila ada kesalahan. Terimakasih.

Wassalamualaikum Wr.Wb


Meyliana Indriani (7101420320)

Dosen Pengampu : Bapak Agung Kuswantoro, S.Pd., M.Pd.

SISTEM INFORMASI GRAB

Tugas Mata Kuliah Sistem Informasi Administrasi Perkantoran Nama : Meyliana Indriani NIM : 7101420320 Rombel : PAP A 2020 Dosen Pengampu : B...