Tugas Mata Kuliah Sistem Informasi Administrasi Perkantoran
Nama : Meyliana Indriani
NIM : 7101420320
Rombel : PAP A 2020
Dosen Pengampu : Bapak Agung Kuswantoro, S.Pd., M.Pd.
Tugas Mata Kuliah Sistem Informasi Administrasi Perkantoran
Nama : Meyliana Indriani
NIM : 7101420320
Rombel : PAP A 2020
Dosen Pengampu : Bapak Agung Kuswantoro, S.Pd., M.Pd.
Proses manajemen meliputi perencanaan,
pengorganisasian, pelaksanaan, dan pengendalian.
a. Merencanakan
(planning), mengandung arti bahwa manajer
memikirkan dengan seksama terlebih dahulu sasaran dan tindakan berdasarkan
metode, rencana, atau logika dan bukan perasaan.
b. Mengorganisasikan
(organizing), adalah proses mengatur dan
mengalokasikan pekerjaan, wewenang, dan sumber daya di antara anggota
organisasi, sehingga mereka dapat mencapai sasaran organisasi.
c. Memimpin
(actuating, leading), meliputi mengarahkan,
memengaruhi, dan memotivasi karyawan untuk melaksanakan tugas yang penting.
d. Mengendalikan (controlling), adalah proses kegiatan untuk memastikan bahwa aktivitas yang terjadi sesuai dengan aktivitas yang direncanakan.
Dalam
upaya melestarikan budaya Indonesia salah satu warga Kecamatan Langensari
mendirikan Cabang Seni Bela Diri Pencak Silat IKS PI Kera Sakti yaitu Bapak
Imam Syafe’i. Beliau merencanakan latihan rutin yang anggotanya dari berbagai
kalangan seperti anak-anak, remaja, dewasa, sampai orang tua yang ia bagi
kedalam kelompok berbeda dan jadwal yang berbeda pula.
Misi
adalah sasaran organisasi secara luas berdasarkan pada alasan perencanaan, yang
membenarkan kebenaran organisasi, karena pernyataan tersebut cenderung banyak
kalimat, biasanya disingkat hanya menjadi beberapa kata menjadi motto. Motto
IKS PI Kera Sakti adalah “Keempat penjuru mencari saudara, bila ada musuh
pantang tunduk kepala.”
B.
Pengorganisasian
IKS
PI Kera Sakti Kota Banjar didirikan pada 11 Oktober 2009. Ini bermula dengan
struktur organisasi berikut:
Bapak
Imam Syafei selaku pendiri organisasi sekaligus sebagai ketua organisasi
Ramdhoni (adik Pak Imam) sebagai sekretaris
Imam Hambali (adik Pak Imam) sebagai bendahara
Bapak Sulaiman ( ayah Pak Imam) sebagai penasihat
Karena Organisasi tersebut baru didirikan, organisasi dikelola oleh keluarga.
a. Proses
Manajemen Sumber Daya Manusia
Bapak Imam Syafei menginformasikan didirikannya organisasi tersebut dan beberapa warga pun tertarik untuk mengikuti latihan karena telah mengetahui beberapa manfaat dari latihan seni beladiri. Anggota pun bertambah dan seiring berjalannya waktu beberapa sekolah menawarkan kepada Bapak Imam Syafe’i agar melatih siswa untuk kegiatan ekstrakurikuler. Bapak Imam pun mensosialisasikan ekstrakurikuler bela diri pencak silat dan beberapa siswa pun tertarik kemudian diadakan jadwal rutin latihan setelah itu Bapak Imam menyeleksi siswa yang mumpuni untuk mengikuti kompetisi. Banyak prestasi yang telah diraih organisasi tersebut.
Saat ini organisasi IKS PI Kera
Sakti memiliki banyak anggota dan membuka ranting di berbagai daerah. Organisasi
tersebut telah memiliki 12 ranting diantaranya:
1) Ranting
Langensari 7) Ranting Citamiang
2) Ranting
sinargalih 8)
Ranting SDN 2 Langensari
3) Ranting
Muktisari 9)
Ranting SDN 3 Langensari
4) Ranting
Waringinsari 10)
Ranting SMA 2 Banjar
5) Ranting
Cigobang 11)
Ranting SMP 4 Banjar
6) Ranting Bantardawa 12) SMK Al Barkah
Dibentuklah struktur organisasi di tiap-tiap ranting untuk memudahkan komunikasi serta tercapainya tujuan sebagai berikut:
b. Manajemen
Motivasi
Para
ahli manajemen sepakat bahwa motivasi adalah serangkaian upaya untuk
memengaruhi tingkah laku orang lain dengan mengetahui terlebih dahulu tentang
apa yang membuat seseorang bergerak. Namun seseorang bergerak itu karena dua
sebab, yaitu kemampuan (ability) dan motivasi.
Bapak Imam selalu memotivasi para anggota organisasi agar tercapainya tujuan yang diinginkan. Untuk memotivasi Bapak Imam memberikan motto kepada tiap-tiap ranting dan diterapkan pada setiap latihan yaitu “ Iso ra iso kudu iso, Kera Sakti Jaya”
c. Kepemimpinan
Kepemimpinan
adalah proses seseorang memengaruhi orang-orang lain untuk melakukan sesuatu
atau banyak hal mencapai tujuan organisasi dengan cara menginspirasi,
memotivasi, dan mengarahkan.
Dalam organisasi IKS PI Kera Sakti Kota Banjar, Bapak Imam sebagai pemimpin harus mampu menginspirasi, memotivasi, dan mengarahkan pada setiap anggota organisasi melalui pendekatan sifat, perilaku, dan situsional-contingency. Pendekatan sifat mengidentifikasi terdapatnya sifat-sifat yang menonjol yang terdapat pada diri pemimpin yang tidak atau kurang terdapat pada diri bawahannya sehingga mengarahkan pada kesimpulan bahwa pemimpin itu memang dilahirkan membawa factor-faktor genetis. Sementara itu, pendekatan perilaku membahas mengenai beberapa perilaku yang efektif dilakukan oleh pemimpin dalam menjalankan kepemimpinannya. Kondisi yang serba berubah yang merupakan fungsi inheren dari manusia yang mudah berubah mengantarkan pendekatan kepemimpinan pada pendekatan Situsional-contigency.
d. Tim,
Kelompok, dan Komunikasi
1) Pembentukan
tim
Dalam
organisasi IKS PI Kera Sakti mepelajari seni dan beladiri oleh sebab itu IKS PI
Kera Sakti Kota Banjar mebentuk dua tim yaitu tim fighter dan tim seni
· Tim fighter, adalah tim khusus yang dibentuk untuk mengikuti kejuaranaan ipsi
dengan cara bertarung.
· Tim seni yaitu tim yang dibentuk khusus untuk mengikuti kejuaraan ipsi yaitu memperindah suatu gerak silat.
2) Kelompok
Kelompok
dalam organisasi IKS PI Kera Sakti dibedakan berdasarkan sabuk tingkatan yaitu
hitam, kuning, biru, dan merah. Dengan pembagian kelompok tersebut materi
pelatihan akan berbeda dalam setiap tingkatan.
· Dasar 1, sabuk hitam yaitu tingkat dasar
yang berisi materi melatih kekuatan daya tahan tubuh.
· Dasar 2, sabuk kuning yaitu tingkat dasar yang mempelajari arti dari sebuah gerakan atau
pemahaman jurus.
· Tingkat 1, sabuk biru yang mempelajari
tentang kerohanian lahir dan batin.
· Tingkat 2, sabuk merah yang mempelajari
kepemimpinan dan pengembangan untuk memajukan organisasi atau perguruan.
3) Komunikasi
Dalam menjaga komunikasi yang baik organisasi IKS PI Kera Sakti Kota Banjar mengadakan kumpulan rutin untuk para pimpinan ranting yang membahas tentang kemajuan dan keluhan masing masing ranting untuk di dipecahkan secara musyawarah serta menerapkan latihan gabungan guna mempererat tali silaturahmi.
Sebagai
pimpinan Bapak Imam melakukan pengontrolan setiap ranting agar kegiatan yang
telah direncanakan berjalan dengan lancar dan pemimpin ranting melaporkan
setiap kegiatan yang telah dilakukan untuk dievaluasi.
Sumber : Pengantar Manajemen/Sentot Imam Wahjono, dkk
Oleh : Meyliana Indriani (7101420320)
Pendidikan Administrasi Perkantoran A 2020
Dosen Pengampu : Bapak Agung Kuswantoro, S.Pd., M.Pd.
Rencana Strategi (Renstra) adalah rencana yang didesain untuk memenuhi sasaran organisasi secara luas, sedang Rencana Operasional (Renop) adalah rencana yang terinci tentang kebutuhan untuk menggabungkan strategi ke dalam operasional sehari-hari. Keduanya berkaitan dengan hubungan kunci tempat sasaran organisasi dikejar. Renstra berkaitan dengan hubungan antara orang di sebuah organisasi dan orang yang bertindak di organisasi lain, sedang Renop berkaitan dengan orang di dalam organisasi.
Renstra dan Renop berbeda dalam lima hal besar berikut.
Tahapan Penyusunan Restra
1. Penentuan Visi, Misi dan Tujuan.
Tahap ini tanggung jawab top manajemen Pada tahapan ini yang diuji adalah kemampuan top manajemen dalam mengimplementasikan nilai-nilai dan norma norma (tentang baik-buruk, salah benar, boleh tidak boleh halal haram, ah tidak sah). Norma-norma agama serta adat dan budaya yang dipeluk dan dipraktikkan oleh top manajemen sering memengaruhi tahap ini. Tahap inilah yang dapat mengilhami karyawan dan manajemen di bawahnya untuk bekerja keras. Di tahap ini juga sering ditentukan mengenai etika kerja, macam produk dan jasa, cara pengoperasian usaha, dan skala usaha.
2. Evaluasi Diri.
Langkah ini bertujuan untuk membentuk profil perusahaan dengan mengenali diri dengan mengidentifikasi tujuan-tujuan dan strategi yang telah diterapkan saat ini. Profil perusahaan yang baik menggambarkan kondisi nyata perusahaan saat ini tentang sumber daya (manusia, mesin, tanah, bangunan keuangan, metode) yang dimiliki dan kemampuan perusahaan dalam mencapai tujuannya. Derajat kesuksesan saat ini tentu disebabkan oleh keberhasilan mengoptimalkan sumber daya yang dimiliki. Tahap ini hanya menganalisis faktor-faktor internal perusahaan. Hasil akhir dari tahap ini adalah jawaban tentang Strength and Weakness (Kekuatan dan Kelemahan).
3. Analisis Lingkungan Eksternal.
Setelah faktor-faktor internal perusahaan dievaluasi, maka faktor-faktor eksternal seperti pemasok, pesaing, pemerintah, pelanggan, serikat pekerja, dan media sebagai faktor eksternal dalam patut untuk diidentifikasi satu per satu untuk dicarikan antisipasinya sebagai faktor yang memengaruhi kegiatan perusahaan. Selain itu, terdapat juga faktor-faktor eksternal luar perusahaan seperti politik, teknologi, ekonomi, dan sosial, Semakin luar, faktor eksternal perusahaan semakin sulit untuk dikendalikan. Oleh karena itu, langkah bijak dalam mengantisipasi lingkungan eksternal luar adalah dengan membuat beberapa skenario (kondisi baik, sedang. dan buruk) Hasil akhir dari tahap ini adalah terjawabnya pertanyaan tentang Opportunity and Threat (Peluang dan Ancaman).
4. Pembuatan Keputusan Strategik.
Setelah terkumpul dan terjawab masalah-masalah tentang Strength- Weakness dan Opportunity -Threat (SWOT), maka tibalah dipilih alternatif strategik yang terbaik dalam arti pilihan strategik yang mendapat manfaat yang paling besar tetapi mengandung mudharat (risiko) yang paling kecil. Pelaksanaan identifikasi pilihan strategi ini biasanya dibantu dengan tabel-tabel alternatif yang menggambarkan manfaat dan mudharat dalam satu halaman kertas analisis. Penggunaan kuadran (SWOT-4 kuadran, BCG-g kuadran) juga lazim dalam proses pembuatan strategi.
5. Implementasi Strategi.
Implementasi berarti meletakkan strategi menjadi kegiatan. Implementasi melibatkan penugasan dan pendelegasian wewenang ke tingkat manajemen di bawahnya. Dalam proses pelimpahan wewenang ini perlu diperhatikan secara seksama batasan wewenang. Kreativitas bawahan perlu dibangun secara terkendali. Pelaksanaan strategi tanpa kreativitas akan menghasilkan kegiatan yang kering dan cenderung tidak bermakna. Kegiatan yang kering cenderung sulit menjadi kegiatan yang berulang dan membudaya. Sementara itu, kreativitas yang tak terkendali cenderung kebablasan dan merusak strategi. Oleh karena itu, perlu dibuatkan batasan yang jelas dan tegas dalam pendelegasian dan pengalihan kewenangan.
6. Evaluasi.
Dalam tahap ini perlu dikemukakan dua pertanyaan mendasar, yaitu 1) apakah strategi diimplementasikan sesuai dengan rencana? 2) apakah strategi mencapai hasil yang diharapkan?
Manajemen strategi adalah proses manajemen yang mencakup penyertaan organisasi dalam membuat rencana strategis dan kemudian bertindak berdasarkan rencna tersebut.
Empat aspek kunci dari manajemen strategis yaitu :
Untuk mengimplementasikan strategi diperlukan Administrasi tugas untuk mencapai sasaran yang telah ditetapkan. Faktor-faktor kunci pada tahap ini adalah proses "politik internal" organisasi dan reaksi individual yang dapat memaksa perbaikan strategi. Tugas akhir adalah Pengendalian Strategis, memberikan umpan balik kepada manajer mengenai kemajuan yang dicapai Umpan balik negatif tentu saja dapat memicu siklus membuat rencana strategis baru.
Yaitu strategi yang dirumuskan oleh manajemen puncak untuk mengawasi perhatian dan operasi korporasi multilini. Ini berarti strategi induk yang mencakup strategi perusahaan secara keseluruhan di mana di dalamnya tercakup juga strategi untuk anak-anak perusahaan dan unit bisnis yang ada Disebut juga grand strategy. Dalam Corporate strategy dibahas ide mengenai bagaimana orang dalam sebuah organisasi akan berinteraksi dengan orang dari organisasi lain sepanjang waktu.
Dalam level strategi korporasi pertanyaan yang biasanya diajukan adalah pertanyaan-pertanyaan dasar dan basic yang menuntun visi perusahaan seperti berikut:
Adalah strategi yang dirumuskan untuk mencapai sasaran bisnis tertentu; juga disebut strategi lini bisnis. Strategi jenis ini merupakan breakdown untuk masing-masing unit usaha atau masing-masing lini bisnis. Tentu strategi ini tidak terlepas dari grand strategi yang telah diputuskan di atas. Strategi unit bisnis menyangkut cara mengelola minat dan operasi lini bisnis tertentu. Strategi ini berkaitan dengan pertanyaan-pertanyaan seperti berikut.
Strategi yang dirumuskan oleh bidang fungsional khusus dalam suatu usaha untuk melaksanakan strategi bisnis unit. Pada level strategi fungsional diciptakan kerangka kerja untuk manajer dalam setiap fungsi seperti pemasaran atau produksi untuk menjalankan strategi unit bisnis dan strategi korporasi. Jadi, strategi tingkat fungsional melengkapi hierarki strategi.
Sejumlah alasan mengapa banyak manajer ragu atau gagal dalam menetapkan tujuan dan membuat rencana bagi perusahaannya.
Sumber : Pengantar Manajemen/Sentot Imam Wahjono, dkk
Oleh : Meyliana Indriani (7101420320)
Dosen Pengampu :Bapak Agung Kuswantoro, S.Pd., M.Pd.
Moralitas umum dalam beretika:
Secara umum globalisasi adalah, pengakuan oleh organisasi bahwa bisnis harus mempunyai fokus global, bukan lokal yang mencakup tiga faktor, yaitu kedekatan, lokasi, dan sikap.
Manajer sekarang bekerja dalam kedekatan yang jauh lebih besar , berhadapan dengan pelanggan, pesaing, pemasok, media, serikat pekerja, dan pemerintah yang jauh lebih banyak dan lebih beragam.
Globalisasi mengacu pada sikap baru, yaitu terbuka dalammempraktikkan manajemen internasional.
Pembuatan keputusan menghubungkan keadaan masa kini dengan tindakan yang akan diambil perusahaan di masa depan, di samping juga memerhatikan keadaan masa lalu.
Pembuatan keputusan berhubungan dengan masalah. Suatu masalah muncul karena keadaan sebenarnya berbeda dengan yang diharapkan. Dalam banyak hal masalah mungkin adalah peluang yang tersembunyi. Proses penemuan masalah sering kali informal dan intuitif.
Situasi biasanya memberi peringatan kepada manajer tentang kemungkinan adanya masalah:
deviasi dari pengalaman masa lalu
deviasi dari rencana yang ditetapkan
orang lain sering kali memberi tahu masalah kepada manajer
prestasi pesaing dapat juga menciptakan situasi pemecahan masalah.
Kesempatan yang dilewatkan menciptakan masalah bagi perusahaan, dan kesempatan sering kali ditemukan pada saat mendalami masalah.
Masalah adalah sesuatu yang membahayakan kemampuan perusahaan dalam mencapai tujuannya sedang kesempatan adalah sesuatu yang menawarkan tantangan untuk melampaui tujuan.
Latar belakang dan keahlian manajer juga akan memengaruhi apa yang mereka pandang sebagai masalah dan kesempatan, banyak manajer yang menentukan masalah yang sama dengan arti yang berbeda, oleh karena itu beberapa pertanyaan ini perlu dijawab.
a. Kegiatan apa yang menjadi prioritas?
b. Apakah masalah tersebut mudah ditangani?
c. Apakah masalah itu akan selesai dengan sendirinya kalau dibiarkan?
d. Apakah ini keputusan yang akan saya buat?
Organisasi biasanya dimanajemeni menurut dua rencana yaitu rencana strategis dan rencana operasional.
Rencana strategis, yang didesain oleh manajer puncak untuk menentukan sasaran secara luas
Rencana operasional, berisi rincian untuk mengimplementasikan dalam kegiatan sehari-hari
Pernyaraan misi adalah sasaran organisasi secara luas, berdasarkan pada alasan perencanaan, yang membenarkan keberadaan organisasi, karena pernyataan tersebut cenderung banyak kalimat, biasanya disingkat hanya menjadi beberapa kata saja menjadi moto.
Pernyataan misi merupakan bagian yang relatif permanen dari ciri-ciri organisasi dan dapat berfungsi untuk mempersatukan dan memotivasi anggota organisasi.
Demikian penjelasan mengenai Elemen Dasar Keputusan dan Perencanaan. Mohon maaf bila ada kesalahan dalam penulisan. Terimakasih.👋
Wassalamualaikum Wr.Wb
Sumber : Pengantar Manajemen/Sentot Imam Wahjono, dkk
Oleh : Meyliana Indriani (7101420320)
Dosen Pengampu :Bapak Agung Kuswantoro, S.Pd., M.Pd.
Perkembangan Teori Manajemen
Assalamualaikum Wr.Wb
Untuk kali ini saya akan membahas tentang Perkembangan Teori Manajemen. Selamat membaca😊
A. Evolusi Teori Manajemen
Manajemen sebagai ilmu, telah berkembang sejak ditemukannya ilmu manajemen ilmiah (scientific management) oleh Taylor yang dikenal sebagai Bapak Manajemen Dunia.
Berikut periodesasi perkembangan ilmu manajemen:
B. Aliran Manajemen Ilmiah
Aliran ini mencoba untuk menerangkan secara ilmiah metode terbaik untuk melaksanakan tugas apa pun dan untuk menyeleksi, melatih, dan memotivasi pekerja.
Empat prinsip dasar yang digunakan untuk mencapai efisiensi:
Henry Fayol adalah salah satu tokoh dalam kelompok aliran teori organisasi klasik, yang mengemukakan 14 prinsip manajemen berikut ini.
Sebagai suatu pendekatan manajemen, "sistem" mencangkup baik sistem umum maupun sistem khusus dan analisis tertutup maupun terbuka. Pendekatan sistem umum pada manajemen dapat dikaitkan dengan konsep-konsep organisasi formal dan teknis, filosofis, dan sosiopsikologis. Sedangkan analisis sistem manajemen khusus meliputi bidang-bidang seperti struktur organisasi, desain pekerjaan, akuntansi, sistem informasi, serta mekanisme perncanaan dan pengawasan.
Menurut pendekatan ini tugas manajer adalah mengidentifikasi teknik mana, pada situasi tertentu, di bawah keadaan tertentu, dan pada waktu tertentu akan membantu pencapaian tujuan manajemen. Perbedaan kondisi dan situasi membutuhkan aplikasi teknik manajemen yang berbeda pula, karena tidak ada teknik, prinsip dan konsep universal yang dapat diterapkan dalam segala kondisi.
Manajemen dan Peran Manajer
Selamat pagi, siang, sore, malam.
Kali ini saya akan membahas materi sesuai dengan judulnya. Selamat membaca.😊💪
A. Pengertian Manajemen
Bicara mengenai manajemen, selalu didahului dengan organisasi karena hidup selalu berhubungan dengan organisasi. Semua organisasi baik formal maupun informal disatukan dan dipertahankan keberadaannya oleh sekelompok orang yang melihat bahwa ada manfaat untuk bekerja sama ke arah sasaran yang sama. Tapi tidak dengan organisasi emak-emak gibah ya, organisasi ini harus segera dibubarkan karena mengakibatkan kericuhan, kebencihan, dan tentunya dosa.😁 Lanjut👇
Semua organisasi mempunyai (beberapa) program atau metode untuk mencapai sasaran, yaitu rencana. Tanpa rencana yang harus dikerjakan, kemungkinan besar tidak ada organisasi yang dapat bertindak efektif.
Organisasi juga harus memiliki dan mengalokasikan sumber daya yang perlu untuk sasaran, apakah itu alat produksi berupa mesin dan peralatan, metode kerja, teknologi, uang, karyawan, dll. Organisasi juga tergantung pada organisasi lain di sekitarnya seperti pemasok, pesaing, media siar, pemerintah, serikat kerja, serta konsumen untuk melengkapi dan memperbarui sumber daya yang mereka perlukan.
Untuk menjalankan organisasi diperlukan manajemen yang dilakukan secara sadar dan terus-menerus. Orang yang bertanggung jawab terhadap organisasi dalam mencapai sasarannya disebut manajer.
Manajemen merupakan kombinasi dari ilmu dan seni dengan proporsi yang bermacam-macam. Pendekatan yang bersifat keilmuan terjadi dalam hal perencanaan, pembuatan keputusan, perancangan struktur organisasi, dan lain sebagainya. Sedangkan pendekatan yang bersifat seni muncul saat proses kepemimpinan, pengarahan, komunikasi, pengendalian, dan lain sebagainya.
Menurut ahli manajemen Peter Drucker, efektivitas adalah melakukan pekerjaan yang benar (doing the right things), sedangkan efisien adalah melakukan pekerjaan dengan benar (doing things right). Lalu makah yang lebih dahulu dilakukan dan dicapai? Jawabannya adalah efektivitas baru kemudian secara bertahap diraih efisiensi.
Arti Kata Manajemen
Manajemen berasal dari Bahasa Inggris yaitu management dengan kata dasar to manage yang secara harfiah berarti mengelola. Sebagai kata benda manajemen sering diartikan sebagai pimpinan, yaitu sekelompok orang penting yang mengatur jalannya suatu organisasi atau perusahaan.
Pengertian Manajemen menurut para ahli :
Penjualan berfokus pada kebutuhan penjual; pemasaran berfokus pada kebutuhan pembeli. Penjualan memberi perhatian pada kebutuhan penjual untuk mengubah produknya menjadi uang tunai; pemasaran mempunyai gagasan untuk memuaskan kebutuhan pelanggan lewat sarana-sarana produk dan keseluruhan kelompok barang yang dihubungkan dengan hal menciptakan, menyerahkan, dan akhirnya mengosumsinya.
Konsep pemasaran berdiri di atas empat pilar: pasar sasaran (target market), kebutuhan pelanggan (consumers needs), pemasaran terpadu (integrated marketing), dan kemampuan menghasilkan laba (profitability).
Analisa Manajemen Masjid Nurul Iman Sekaran
Assalamualaikum Wr.Wb
Kali ini saya akan menganalisis enam artikel dari Bapak Agung Kuswantoro, S.Pd., M.Pd. Enam artikel ini berbeda namun saling berhubungan. Diantaranya:
1. Hijrah dengan Menata Muadzin Masjid Nurul Iman Sekaran
2. Membuat Surat Keputusan
3. Peningkatan Kompetensi Muadzin Masjid Nurul Iman
4. Visi itu Abstrak
5. Pengelolaan Sholat Lima Waktu
6. Sekolah Muadzin
Hasil analisis:
1. Adanya permasalahan terbatasnya jumlah Muadzin. Bapak Sukari di Masjid Nurul Iman Sekaran, beliau mengadzani selama empat kali berturut-turut, hal ini dikarenakan perintah dari temannya sebab terbatasnya jumlah muadzin di Masjid Nurul Iman Sekaran. Oleh karena itu, diadakan sebuah rapat untuk mengatur sistem permuadzinan Masjid Nurul Iman. Dari hasil rapat tersebut diperoleh hasil yaitu:3. Untuk menciptakan calon-calon muadzin yang berpotensi maka Masjid Nurul Iman mengumpulkan lima muadzin sholat jum'at dan remaja masjid dengan mengundang pembicara yang memaparkan materi tentang adzan. Dengan harapan muadzin benar-benar fasih bukan sekedar hafal.
4. Selanjutnya yaitu menentukan visi, karena visi adalah gambaran/wawasan atau pernyataan tentang lembaga pendidikan yang ingin diwujudkan dimasa depan. Adapun ciri-ciri yaitu:
"Mewujudkan masjid yang nyawan, tenang dan khusyuk dalam penyenggaraan sholat rowatib, sunah, dan beribadah kepada Alloh"
5. Selanjutnya yaitu pengolaan sholat lima waktu dalam upaya mengusahakan agar masjid digunakan penuh dalam lima waktu, Masjid Nurul Iman menyelenggarakan beberapa kegiatan seperti:
6. Untuk dapat meningkatkan pemahaman mengenai adzan Masjid Nurul Iman Sekaran mengadakan sekolah muadzin yang dilakukan seminggu sekali.
Kesimpulan:
Dalam proses manajemen terdapat salah satu fungsi yaitu merencanakan (planning) yang mengandung arti bahwa manajer memikirkan dengan seksama terlebih dahulu sasaran dan tindakan berdasarkan metode, rencana, atau logika dan bukan berdasarkan perasaan. Rencana mengarahkan tujuan organisasi dan menetapkan prosedur terbaik untuk mencapainya.
Berdasarkan enam artikel tersebut dapat disimpulkan bahwa:
Manajer : Bapak Agung Kuswantoro, S.Pd, M.Pd.
Tujuan : Mewujudkan masjid yang nyawan, tenang, dan khusyuk dalam penyenggaraan sholat rowatib, sunah, dan beribadah kepada Alloh.
Rencana : Mengatur sistem permuadzinan dan pengelolaan sholat lima waktu
Metode : 1) Mengadakan rapat; 2) Membuat SK; 3) Membentuk kelas belajar adzan; 4) Mengundang pemateri untuk pemaparan materi adzan; 5) Menentukan visi; 6)Membentuk sekolah adzan.
Organisasi : Masjid Nurul Iman Sekaran
Anggota Organisasi : Jamaah Masjid Nurul Iman Sekaran
Dari kesimpulan tersebut Masjid Nurul Iman Sekaran sudah sangat bagus dalam hal perencanaan. Karena tujuan sudah jelas dan metode serta rencana sudah tersusun rapi. Dengan prosedur yang baik akan tercapai tujuan dengan baik pula.
Demikian hasil analisis manajemen di Masjid Nurul Iman Sekaran. Mohon maaf apabila ada kesalahan. Terimakasih.
Wassalamualaikum Wr.Wb
Meyliana Indriani (7101420320)
Dosen Pengampu : Bapak Agung Kuswantoro, S.Pd., M.Pd.
Tugas Mata Kuliah Sistem Informasi Administrasi Perkantoran Nama : Meyliana Indriani NIM : 7101420320 Rombel : PAP A 2020 Dosen Pengampu : B...